LIMBOTO, Diskominfo - Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong kegiatan penelusuran naskah kuno dan manuskrip budaya sebagai upaya menyelamatkan warisan sejarah yang terancam hilang.
Langkah tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka sosialisasi penelusuran naskah kuno di Ruang Dulohupa, Selasa (07/04/2026).
Sofyan menilai, naskah kuno memiliki nilai strategis karena memuat catatan autentik sejarah, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo.
“Naskah kuno ini sangat bernilai karena merupakan catatan asli leluhur kita. Jika tidak segera ditelusuri dan dilestarikan, kita berisiko kehilangan jejak sejarah,” ujar Sofyan.
Ia menyebut, masih banyak manuskrip yang diduga tersimpan di masyarakat dan belum terdokumentasi secara baik.
“Kami yakin masih banyak naskah yang tersimpan di masyarakat. Ini yang harus kita cari dan selamatkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Gorontalo, Doni Lahatie, mengatakan penelusuran ini bertujuan mengidentifikasi dan mendokumentasikan kembali warisan budaya yang tersebar di masyarakat.
“Upaya ini penting agar identitas sejarah Gorontalo tetap terjaga dan tidak hilang,” kata Doni.
Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi masyarakat untuk menyerahkan atau mendata naskah kuno yang dimiliki guna dilakukan proses digitalisasi dan pelestarian.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis data budaya sekaligus mendukung pengembangan riset dan edukasi bagi generasi mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta unsur masyarakat.
Tim Redaksi