LIMBOTO, DISKOMINFO - Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (06/04/2026) di ruang sidang DPRD. Laporan tersebut sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
Bupati Sofyan memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen dan indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat menjadi 71,54.
“Secara umum capaian pembangunan menunjukkan tren positif, baik dari sisi ekonomi, kualitas manusia, maupun pengendalian inflasi,” ujar Sofyan.
Ia menyebutkan, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 14,89 persen, sementara pengangguran terbuka berada pada 3,26 persen dengan partisipasi angkatan kerja mencapai 67,61 persen.
Dari sisi stabilitas ekonomi, inflasi tercatat 2,54 persen dan indeks gini berada pada angka 0,364 yang menunjukkan ketimpangan masih dalam kategori moderat.
Pada aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai 99,60 persen dari target, sedangkan belanja daerah terealisasi sebesar 91,76 persen.
Meski demikian, Sofyan mengakui sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan fiskal dan penyesuaian transfer dari pemerintah pusat.
“Kita dihadapkan pada ruang fiskal yang terbatas, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih adaptif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ke depan lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain capaian kinerja, Pemkab Gorontalo juga mencatat sejumlah prestasi, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta berbagai penghargaan di sektor layanan publik dan pembangunan.
Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja serta penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif, utamanya dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Tim Redaksi