LIMBOTO, DISKOMINFO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 terus memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo. Pada hari ketiga pelaksanaan, transaksi UMKM yang tersebar di berbagai lokasi kegiatan tercatat mencapai Rp256.845.000.
Tingginya antusiasme peserta dan pengunjung dari berbagai daerah menjadi faktor utama meningkatnya aktivitas ekonomi selama PENAS XVII. Berbagai produk unggulan daerah, mulai dari olahan pangan, kerajinan tangan, hingga kuliner khas Gorontalo, menjadi produk yang paling banyak diminati.
Peningkatan transaksi ini menunjukkan bahwa PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang pengembangan sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui perluasan pasar dan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, mengatakan produk UMKM lokal mendapat respons positif dari para peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kami mencatat peningkatan transaksi di sejumlah lokasi UMKM. Produk olahan pangan dan kerajinan khas daerah menjadi yang paling banyak diminati oleh pengunjung dari luar daerah," ujar Viktor, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Kabupaten Gorontalo memiliki daya saing yang baik dan mampu bersaing di pasar nasional.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan transaksi terbesar tercatat di kawasan Taman Depan Rumah Dinas Bupati sebesar Rp57,2 juta, kawasan UMKM Kantor Bupati Rp54 juta, serta kawasan pedagang kecil di sekitar Masjid Agung dan Taman Budaya sebesar Rp41,1 juta.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis nilai transaksi akan terus meningkat hingga berakhirnya PENAS XVII pada 25 Juni 2026, seiring bertambahnya jumlah peserta dan pengunjung yang memanfaatkan berbagai layanan dan pameran selama kegiatan berlangsung.
Tim Redaksi.