LIMBOTO, DISKOMINFO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Hanya dalam beberapa hari menjelang dan saat pembukaan kegiatan, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai titik lokasi tercatat mencapai Rp290,8 juta.
Tingginya aktivitas ekonomi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung dan transaksi pada sentra kuliner, coffee corner, food court, serta tenant UMKM yang tersebar di kawasan pelaksanaan PENAS XVII.
Capaian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event nasional tidak hanya menjadi ruang promosi sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, serta meningkatkan perputaran uang di daerah.
Untuk melihat langsung perkembangan tersebut, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi UMKM pada Sabtu (21/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Sofyan Puhi melihat adanya peningkatan omzet yang dirasakan para pelaku usaha dan menjadi bukti nyata bahwa PENAS XVII mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Peningkatan omzet yang melonjak ini menjadi bukti nyata bahwa ajang nasional seperti PENAS mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang efektif. Produk lokal Gorontalo tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas melalui jejaring yang terbentuk selama PENAS XVII," ungkap Sofyan.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan PENAS dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Dengan lonjakan pendapatan ini, diharapkan sektor UMKM dapat tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi daerah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, menjelaskan bahwa transaksi ekonomi tercatat di sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan peserta PENAS XVII.
Kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati Gorontalo yang diikuti 41 tenant mencatat transaksi sebesar Rp55.843.000. Sementara itu, 33 lapak kopi di depan Kantor Bupati membukukan transaksi Rp16.405.000.
Di kawasan Taman Budaya, delapan lapak kopi mencatat transaksi Rp5.700.000 dan delapan tenant UMKM lainnya mencapai Rp13.418.500. Kampung Kuliner dengan 10 lapak mencatat transaksi Rp24.350.000.
Adapun 47 pedagang kecil yang berjualan di kawasan depan Masjid Agung dan Taman Budaya membukukan transaksi sebesar Rp65.350.000. Sementara itu, 42 tenant di kawasan taman depan Rumah Dinas Bupati mencatat transaksi Rp54.355.000.
Lokasi lainnya, seperti PASMOLIM Coffee Corner yang diikuti 15 tenant, mencatat transaksi Rp7.201.000, Sky Roof dengan 14 tenant sebesar Rp8.300.000, Food Court Taman Depan Rumah Dinas Bupati Rp32.400.000, dan Food Court PASMOLIM sebesar Rp7.500.000.
Secara keseluruhan, total transaksi UMKM yang tercatat hingga awal pelaksanaan PENAS XVII mencapai Rp290.822.500.
Menurut Viktor, angka tersebut masih berpotensi terus meningkat mengingat pelaksanaan PENAS XVII masih berlangsung hingga 25 Juni 2026.
"Kami terus melakukan pendataan transaksi harian selama pelaksanaan PENAS XVII. Data ini akan diperbarui setiap hari sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk mengukur kontribusi kegiatan berskala nasional terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gorontalo," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis penyelenggaraan PENAS XVII tidak hanya meninggalkan manfaat bagi sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi momentum penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan tumbuhnya aktivitas perdagangan masyarakat.
(Tim Redaksi)