UMKM

Ustaz Solmed Kembali Hadir di Masjid Agung, Lengkapi Rangkaian Kegiatan Bank Indonesia pada PENAS XVII

Kehadiran Ustadz Sholeh Mahmoed adalah upaya menghadirkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pembinaan nilai-nilai spiritual masyarakat selama pelaksanaan PENAS XVII.
Gorontalokab - Minggu, 21 Juni 2026, 08:53 WITA
Liputan: MYT Editor: Zulkifli Mile
Ustaz Solmed Kembali Hadir di Masjid Agung, Lengkapi Rangkaian Kegiatan Bank Indonesia pada PENAS XVII

LIMBOTO, DISKOMINFO – Semarak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo terus diwarnai beragam kegiatan.

Tidak hanya kegiatan edukasi pertanian, pameran inovasi, bazar UMKM, kuliner, dan hiburan, masyarakat juga disuguhkan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari rangkaian acara PENAS XVII.

Salah satunya melalui kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Sabtu (20/6/2026), dengan menghadirkan kembali penceramah nasional, Sholeh Mahmoed Nasution atau yang dikenal dengan Ustadz Solmed.

Kehadiran Ustadz Solmed menjadi bagian dari upaya menghadirkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pembinaan nilai-nilai spiritual masyarakat selama pelaksanaan PENAS XVII. Melalui tausiah keagamaan, masyarakat dan peserta PENAS diajak memperkuat keimanan sekaligus menjaga harmoni kehidupan sosial.

Dalam tausiahnya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan berbagai pesan keagamaan yang dikemas dengan gaya komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dan semarak pelaksanaan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo.

"Luar biasa Kabupaten Gorontalo. Ayo ke Limboto," ujarnya.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyambut baik kehadiran kembali Ustaz Abdul Somad di Limboto. Menurutnya, tausiah yang disampaikan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan peserta PENAS XVII.

"Beliau datang lagi memberikan siraman qalbu kepada kita malam ini. Hampir dua jam beliau menyampaikan tausiah. Meski terbilang singkat, namun sangat berarti dalam menambah wawasan dan pemahaman keagamaan," ungkap Sofyan.

Ia menilai kehadiran kegiatan keagamaan dalam rangkaian PENAS XVII menjadi penting untuk menciptakan keseimbangan antara berbagai agenda pembangunan dan hiburan yang berlangsung selama kegiatan.

"Ada agenda pemerintahan, ada hiburan, dan ada pula ceramah agama. Ini yang membuat pelaksanaan PENAS menjadi lebih seimbang," tandasnya.

(Tim Redaksi)

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras