LIMBOTO, DISKOMINFO – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 713/Satya Tama resmi dilepas untuk mengemban misi negara di wilayah Papua, Kamis (26/03/2026).
Prosesi pelepasan ini menjadi momentum krusial saat Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, turun langsung memberikan motivasi guna membakar semangat juang para prajurit garda terdepan tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Sofyan menegaskan bahwa pelepasan 450 prajurit ini merupakan wujud kepercayaan penuh negara terhadap kesatuan Yonif 713/Satya Tama.
Ia menyatakan, keberangkatan ke Papua adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit, di mana 450 personel yang diberangkatkan merupakan putra-putra terbaik daerah yang telah siap secara fisik maupun mental.
Bupati juga memberikan penekanan khusus pada keteguhan hati para prajurit.
Menyadari tantangan tugas yang berat dan keharusan berpisah jauh dari keluarga, ia meminta seluruh personel menjadikan pengabdian tanpa pamrih sebagai kekuatan utama.
Menurutnya, setiap prajurit adalah duta bagi Gorontalo yang harus tetap solid dan saling melindungi selama menjalankan operasi di medan tugas.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan agar 450 prajurit tersebut senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme secara mutlak.
Kedisiplinan, ketaatan pada prosedur, serta penjunjungan tinggi kode etik keprajuritan menjadi pesan utama yang disampaikan untuk menjaga nama baik kesatuan dan daerah selama berada di tanah Papua.
"Saudara-saudara membawa nama baik kesatuan dan nama baik daerah Gorontalo. Bertindaklah dengan tegas namun tetap humanis dalam menjaga kedaulatan NKRI," tegas Sofyan.
Penugasan ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Indonesia Timur.
Menutup arahannya, Bupati menyatakan bahwa doa seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo akan senantiasa menyertai langkah 450 prajurit Yonif 713 hingga misi berakhir dan kembali ke kesatuan dengan selamat.
(Tim Redaksi)