UMKM

Tradisi Malam Qunut Batudaa Bakal Dipatenkan Jadi Warisan Budaya

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong penguatan status hukum tradisi Malam Qunut di Batudaa agar diakui secara luas sebagai khazanah budaya resmi Gorontalo melalui proses pematenan oleh Lembaga Bahasa.
Gorontalokab - Jumat, 06 Maret 2026, 07:04 WITA
Liputan: Riri Lihawa Editor: Zulkifli Mile
Tradisi Malam Qunut Batudaa Bakal Dipatenkan Jadi Warisan Budaya

LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo tengah mengupayakan penguatan status hukum tradisi Malam Qunut di Kecamatan Batudaa agar diakui sebagai warisan budaya daerah yang sah.

Hal ini dilakukan guna menjaga eksistensi tradisi yang telah bertahan turun temurun agar tetap lestari. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengungkapkan, pihaknya melalui Lembaga Bahasa Provinsi Gorontalo berencana mematenkan tradisi ini. 

Langkah tersebut diambil agar Malam Qunut memiliki landasan momentum yang kuat dan menjadi bagian resmi dari pelestarian budaya nasional.

"Tadi Pak Camat menyampaikan bahwa insyaallah Lembaga Bahasa Provinsi Gorontalo akan mematenkan tradisi ini. Hal tersebut dilakukan agar Malam Qunut memiliki momentum tersendiri dan menjadi bagian resmi dari pelestarian budaya daerah," ujar Sofyan saat menghadiri Festival Gebyar Qunut 2026 di Lapangan Porbat Batudaa, Desa Payungan, Jumat (6/3/2026) malam.

Sofyan menjelaskan, Festival Gebyar Qunut merupakan khazanah budaya khas yang menjadi identitas masyarakat Batudaa setiap memasuki malam ke-16 Ramadan.

Namun, meskipun saat ini kondisi fiskal daerah sedang mengalami efisiensi, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi anggaran agar festival ini tetap eksis.

Bupati Sofyan menegaskan akan memperjuangkan tradisi ini masuk ke dalam agenda nasional atau mendapatkan dukungan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan melalui pos anggaran di tingkat provinsi maupun pusat.

"Ini merupakan tradisi yang sampai saat ini kita jaga dengan baik. Tradisi ini sudah berjalan puluhan tahun, mungkin sekitar 40 tahun lamanya. Kami akan terus mencari peluang melalui pos anggaran yang tersedia agar tradisi ini terus mendapat dukungan setiap tahunnya," tegasnya.

Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi, serta tokoh masyarakat setempat. 

Di akhir sambutannya, Sofyan mengajak masyarakat memanfaatkan momentum malam Qunut untuk memperkuat amaliah dan hubungan sosial di sisa bulan suci Ramadan.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras