UMKM

Ekonomi Kabupaten Gorontalo Tumbuh Pesat 5,35 Persen, Lampaui Capaian Tahun Sebelumnya

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo tahun 2025 melesat ke angka 5,35 persen. Meski inflasi Februari 2026 menyentuh 5,21 persen (YoY) akibat normalisasi tarif listrik, fondasi ekonomi daerah dinilai tetap kokoh berkat dominasi sektor pertanian dan transportasi.
Gorontalokab - Rabu, 04 Maret 2026, 16:40 WITA
Liputan: Irfan Mohamad Editor: Zulkifli Mile
Ekonomi Kabupaten Gorontalo Tumbuh Pesat 5,35 Persen, Lampaui Capaian Tahun Sebelumnya

LIMBOTO, DISKOMINFO – Kinerja ekonomi Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (04/03/2026), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 5,35 persen, naik tajam dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,9 persen.

Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh geliat sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 11,86 persen, serta sektor real estate sebesar 8,92 persen. Secara struktur, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 38 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Kabupaten Gorontalo memegang peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi provinsi, dengan kontribusi hampir sepertiga terhadap total ekonomi di Provinsi Gorontalo," ujar Dr. Suparno.

Di sisi lain, BPS juga merilis data inflasi Februari 2026 yang tercatat sebesar 5,21 persen secara year on year (yoy). Angka ini dipengaruhi oleh normalisasi tarif listrik pasca-berakhirnya periode diskon pada awal 2025, serta kenaikan harga komoditas pangan seperti ikan selar, cakalang, dan bawang merah. Secara bulanan (month to month), inflasi tercatat sebesar 0,68 persen.

Menanggapi dinamika tersebut, BPS mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap tekanan inflasi pada Maret, seiring dengan rencana penyesuaian tarif PDAM dan meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri. Sinergi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan menjadi kunci stabilitas harga di pasar.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diarahkan untuk memperkuat hilirisasi industri sebagai kelanjutan dari sektor pertanian. Transformasi dari sektor primer ke sektor industri pengolahan diyakini akan meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja lebih luas, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras