LIMBOTO, DISKOMINFO – Gelar dan Temu Teknologi (Geltek) pada Penas XVII di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pameran bagi petani. Ajang ini disiapkan sebagai pintu masuk investasi agribisnis modern.
Salah satu teknologi unggulan yang menjadi daya tarik utama adalah penerapan Smart Greenhouse berbasis digitalisasi pertanian.
Teknologi ini dirancang sebagai solusi atas tantangan iklim dan efisiensi biaya operasional. Melalui skema pertanian presisi, Smart Greenhouse di lokasi Penas XVII akan menawarkan sejumlah keunggulan teknis yang kompetitif bagi pelaku usaha, diantaranya:
Automated Climate Control: Pengaturan suhu, kelembapan, dan cahaya secara otomatis melalui sensor khusus untuk menjamin stabilitas produksi sepanjang tahun.
IoT Management & Monitoring: Seluruh aktivitas pemeliharaan tanaman dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi ponsel pintar, memudahkan manajemen lahan jarak jauh.
Smart Fertigation System: Sistem irigasi tetes yang terintegrasi dengan pemupukan otomatis, mampu menghemat penggunaan air dan nutrisi hingga 40%.
Energi Terbarukan (Solar Cell): Pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi utama, menekan biaya listrik sekaligus mendukung konsep pertanian ramah lingkungan (Green Agriculture).
Sebagai tuan rumah lokasi Penas, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menekankan bahwa unit ini bukan sekadar display, melainkan prototipe bisnis yang siap direplikasi oleh investor.
Dengan teknologi ini, risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir, sementara kualitas hasil produksi hortikultura meningkat secara signifikan.
"Kami ingin menunjukkan kepada calon investor bahwa Kabupaten Gorontalo adalah lokasi strategis untuk pengembangan pertanian masa depan. Smart Greenhouse ini adalah bukti bahwa efisiensi dan profitabilitas agribisnis dapat dicapai melalui sentuhan teknologi," ujar tim teknis Panitia Geltek Penas XVII, saat bertandang di kantor redaksi gorontalokab.go.id, Selasa (3/3/2026).
Melalui kehadiran teknologi ini, Penas XVII diharapkan mampu mengubah wajah pertanian tradisional menjadi industri yang modern, terukur, dan memiliki daya tarik investasi yang tinggi di mata pelaku usaha nasional maupun internasional.