LIMBOTO, DISKOMINFO - Ditengah laju tranformasi pemerintahan berbasis digital, Pemerintah Kabupaten Gorontalo bergerak cepat memacu langkah untuk mewujudkan pemerintahan digital.
Senin (23/02/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur menyambangi Kantor Telkom Indonesia di Kota Gorontalo untuk membahas penguatan infrastruktur teknologi informasi.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat implementasi program "Satu Data Kabupaten Gorontalo". Pemkab Gorontalo akan mentransformasikan wilayahnya menjadi Kabupaten Digital yang terintegrasi.
Sekda Sugondo Makmur menilai, kolaborasi dengan Telkom sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi nasional sangat krusial. Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem data yang dimiliki pemerintah daerah tidak lagi tersekat-sekat, melainkan menyatu dalam satu platform yang akurat.
“Kunjungan ke Telkom ini adalah bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan Satu Data Kabupaten Gorontalo. Kita sedang bergerak menuju Kabupaten Digital, dan dalam rangka penguatan itu, kita perlu membangun komunikasi serta koordinasi teknis dengan para pakar di Telkom,” ujar Sugondo.
Menurutnya, penguatan sistem digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dengan data yang tervalidasi, pengambilan kebijakan di masa depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, Sugondo mengungkapkan, pertemuannya dengan pihak Telkom akan ditindaklanjuti dengan serangkaian pertemuan teknis lainnya.
Pemkab Gorontalo menargetkan lahirnya sebuah konsep matang yang dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat.
“Insya Allah, ke depan kita akan melakukan tahapan pertemuan lebih mendalam untuk menyusun wujud konsep yang dapat langsung diimplementasikan. Muaranya adalah sebuah kerja sama formal (MoU) dengan Telkom untuk mendukung penuh ekosistem digital di Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.
Kolaborasi ini diharapkan akan memperluas jangkauan akses internet hingga ke pelosok desa serta mendigitalisasi berbagai layanan publik, sehingga masyarakat dapat merasakan kemudahan urusan birokrasi hanya melalui ujung jari.