LIMBOTO, DISKOMINFO - Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mewakili Bupati Sofyan Puhi, meresmikan Pondok Pesantren Yayasan Al Fairuz di Desa Pantungo, Minggu (22/02/2026).
Dalam sambutannya, Sugondo menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Sofyan Puhi yang berhalangan hadir secara langsung karena harus bertolak ke Jakarta untuk tugas daerah.
Namun, Sugondo menekankan betapa besarnya perhatian Bupati terhadap pendirian pesantren ini.
"Bapak Bupati memberikan perhatian yang sangat serius untuk acara ini. Beliau bahkan hingga tiga kali mengingatkan saya agar memastikan diri hadir sebelum beliau berangkat. Ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui jalur pesantren adalah prioritas pemerintah," ungkap Sugondo.
Inspirasi dari Gontor dan Nilai Budaya
Agenda ini dirangkaikan dengan pertemuan silaturahmi Kerukunan Haji Al Fairuz Kloter 35 yang berlangsung khidmat di halaman masjid pesantren tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Puhi Pago, serta Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan kuat terhadap pertumbuhan institusi pendidikan berbasis agama di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Sekda Sugondo juga menyoroti latar belakang pendirian Ponpes Al Fairuz yang dirintis atas dasar ikatan kekeluargaan yang tulus. Ia berharap langkah awal ini bisa menjadi tonggak besar di masa depan, layaknya Pondok Pesantren Gontor yang juga bermula dari inisiatif tiga bersaudara.
Lebih jauh, pemerintah daerah berharap Ponpes Al Fairuz memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan institusi lain. Sugondo mendorong pihak yayasan untuk mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal Gorontalo ke dalam kurikulum pendidikan pesantren.
"Jika nilai kebudayaan Gorontalo mampu dikembangkan di sini, maka hal itu akan sangat selaras dengan falsafah daerah kita, yaitu Adat bersendi Syara, Syara bersendikan Kitabullah. Kami ingin pesantren ini menjadi tempat di mana agama dan budaya berjalan beriringan," tambahnya.
Secara filosofis, Sekda menjelaskan arti di balik nama "Al Fairuz" yang merujuk pada batu permata berwarna biru yang memancarkan cahaya.
Cahaya tersebut, kata dia, dimaknai sebagai simbol pencerahan melalui amal pendidikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat banyak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, turut mengapresiasi berdirinya pesantren ini.
Ia mengungkapkan peran Sofyan Puhi yang telah menginisiasi Kerukunan Haji Al Fairuz sejak tahun 2008 silam, yang kini berkembang menjadi yayasan pendidikan.
"Semoga amal jariyah dari inisiasi ini terus mengalir. Kami berharap kehadiran Ponpes Al Fairuz benar-benar menjadi cahaya manfaat, bukan hanya untuk warga Pantungo, tapi untuk seluruh masyarakat Gorontalo," ujar Zulfikar.
Acara peresmian ditutup dengan penyerahan santunan dan bantuan dari para tokoh yang hadir, sebagai bentuk dukungan awal bagi operasional dan pengembangan fasilitas pondok pesantren bagi para santri nantinya.