UMKM

Satu Tahun Restorasi: Fondasi Gorontalo Berkemajuan Kian Menguat

Tanggal 20 Februari 2026 genap 1 tahun usia kepemimpinan Sofyan-Tonny di Kabupaten Gorontalo. Duet dengan jargon ST12 ini telah mencatatkan banyak prestasi pembangunan.
Gorontalokab - Jumat, 20 Februari 2026, 12:51 WITA
Liputan: Irfan Mohamad Editor: Zulkifli Mile
Satu Tahun Restorasi: Fondasi Gorontalo Berkemajuan Kian Menguat

LIMBOTO , DISKOMINFO – Tepat 20 Februari 2025 menjadi titik awal babak baru kepemimpinan di Kabupaten Gorontalo. Di bawah nahkoda Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, arah pembangunan ditegaskan melalui visi Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.

Satu tahun berjalan, berbagai langkah nyata mulai memperlihatkan hasil. Restorasi tidak dimaknai sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan penataan ulang fondasi daerah—menguatkan nilai, memperbaiki tata kelola, serta mendorong ekonomi rakyat agar tumbuh lebih merata.

Menguatkan Nilai dan Identitas Daerah

Restorasi dimulai dari pembangunan karakter. Program Navigasi Iman rutin digelar setiap Jumat di Masjid Agung Baiturrahman Limboto sebagai ruang refleksi spiritual bagi aparatur dan masyarakat. Bahasa daerah kembali dihidupkan setiap Jumat sebagai bagian dari penguatan identitas lokal.

Di Banthayo Poboide, sejarah dan adat diteguhkan melalui berbagai prosesi seperti Mopotilolo, menjadikan tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan warisan hidup yang membangun kebanggaan kolektif.

Pembangunan Sosial dan Kesehatan Meningkat
Di sektor sosial, program makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan massal, bantuan difabel dan lansia, rumah layak huni melalui Baznas, Zona Aman PAUD, serta percepatan penurunan stunting dijalankan secara terukur.
Hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 71,54 (kategori tinggi), dengan angka harapan hidup menyentuh 71,26 tahun. Kepesertaan JKN tercatat 101,03 persen dengan dukungan subsidi kesehatan daerah sebesar Rp 41 miliar.
Kemiskinan menurun menjadi 14,89 persen, sementara inflasi terkendali di angka 2,54 persen.

Ekonomi Rakyat dan Pertanian Bergerak

Penguatan ekonomi kerakyatan dilakukan melalui Car Free Day “Ayo ke Limboto” dan Car Free Night sebagai ruang promosi UMKM. Sebanyak 12 OPD ditugaskan menjadi pengampu UMKM, memperluas akses pasar dan mendorong transaksi non-tunai.

Di sektor pertanian, bantuan 105 ton benih jagung hibrida, program UPLAND 100 hektare pisang gapi, pembangunan 16,7 kilometer jalan usaha tani, penguatan embung dan irigasi, serta bantuan ternak ayam dan sapi menjadi langkah konkret menopang produktivitas.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan melampaui target, mencapai Rp189,9 miliar atau 101,40 persen.

Reformasi Birokrasi dan Infrastruktur

Digitalisasi pemerintahan dipercepat melalui TTE, SoTeken, penguatan SPBE, hingga QRIS Desa. Rencana Mall Pelayanan Publik disiapkan sebagai wajah baru layanan yang cepat dan transparan.

Program TMMD ke-126 di Desa Tuladenggi membangun 1.143 meter rabat beton, membuka akses ekonomi desa. Progres jembatan rangka baja di Pulubala juga ditinjau langsung sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah.

Di pesisir Batuda’a Pantai, Kampung Nelayan Merah Putih dibangun dan 60 E-Pas Kecil gratis diserahkan kepada nelayan sebagai bentuk kehadiran negara hingga ke perahu rakyat.

Sebanyak 3.013 PPPK Paruh Waktu dilantik untuk memperkuat pelayanan publik dan memberi kepastian bagi tenaga pengabdian.

Prestasi dan Pengakuan Nasional
Berbagai capaian turut mengantarkan Kabupaten Gorontalo meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Penais Award, tiga Treasury Awards, peringkat III Nasional Pelayanan KB, Rekor MURI 57.936 Akseptor IUD, masuk 75 Besar Nasional, UHC Award 2026 kategori umum, serta Opini WTP ke-15 kali berturut-turut.

Kabupaten Gorontalo juga sukses menjadi tuan rumah agenda nasional melalui penyelenggaraan Perkemahan Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, mempertegas kapasitas daerah dalam mendukung kegiatan berskala nasional.

Penghargaan tersebut bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas kerja konsisten dan kolaboratif seluruh elemen daerah.

Menanam Fondasi Masa Depan

Satu tahun pertama adalah fase menanam—menanam nilai, menanam sistem, dan menanam arah pembangunan. Restorasi yang digagas bukan perjalanan singkat, tetapi proses berkelanjutan untuk menghadirkan pemerintahan yang religius dalam karakter, kuat dalam ekonomi rakyat, serta modern dalam tata kelola.

“Dolo ito mopo’o lamahu lipu lipuntho limutu hulondhalo.”
Kabupaten Gorontalo kini melangkah dengan fondasi yang kian kokoh—bertumbuh, berkemajuan, dan berkelanjutan.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras