LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo mulai melirik potensi tanaman industri sebagai penggerak ekonomi baru bagi warga lokal. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, memimpin aksi penanaman nilam di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa, Minggu (15/02/2026), guna mendorong transformasi pertanian daerah menuju kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gorontalo. Melihat besarnya sinergi yang telihat dalam kegiatan sangat menunjukkan adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lahan melalui komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa nilam merupakan "primadona baru" yang memiliki prospek menjanjikan. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman nilam merupakan bahan baku utama industri parfum dan kosmetik dunia, sehingga pengembangannya di Kabupaten Gorontalo dinilai sangat strategis.
"Nilam memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi jika dikelola secara serius. Hasilnya sangat diminati pasar global. Kami ingin petani di Kabupaten Gorontalo tidak hanya terpaku pada tanaman pangan konvensional, tetapi mulai merambah ke tanaman industri yang memiliki nilai tambah," ujar Sofyan.
Aksi penanaman ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif. Bupati mendorong para petani untuk mampu melihat peluang hilirisasi, seperti pengolahan minyak nilam, sebagai sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Melalui semangat "Gorontalo Menanam," Pemkab Gorontalo menargetkan perluasan area tanam nilam di berbagai wilayah potensial. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pertanian yang modern, berorientasi ekspor, dan mampu memperkuat struktur ekonomi masyarakat pedesaan.