LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo mempercepat penyiapan infrastruktur menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Langkah terbaru, Pemkab Gorontalo telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk sejumlah proyek strategis kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo dan Satuan Kerja Prasarana Strategis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, menyatakan, penyerahan DED ini merupakan komitmen daerah untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung siap menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah, kami telah melakukan koordinasi langsung dengan Pemerintah Provinsi dan balai-balai Kementerian PU. Dokumen DED sudah diserahkan dan langsung ditindaklanjuti dengan survei lapangan bersama," ujar Risman, Senin (9/2/2026).
DED yang diserahkan mencakup dua paket utama yang difokuskan pada kawasan pusat kegiatan. Paket pertama meliputi perbaikan enam ruas jalan strategis yang akan berfungsi sebagai akses utama peserta serta jalur VVIP. Sedangkan paket kedua, fokus pada rehabilitasi total kawasan GOR David-Tony sebagai venue utama. Rencana tersebut mencakup, Rehabilitasi gedung dan tribun GOR, dan Perbaikan dua tribun dan dua panggung utama, meliputi, Penataan area stadion, dan Pembangunan dua pintu gerbang utama.
Namun Risman menambahkan, meskipun dokumen telah diterima, hasil survei lapangan menunjukkan masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan. Terdapat beberapa item pekerjaan yang dinilai perlu ditambahkan agar infrastruktur benar-benar siap secara optimal.
"Dari hasil peninjauan, masih ada pekerjaan yang perlu dilengkapi. Kami akan segera melengkapi hal-hal yang masih kurang agar seluruh kebutuhan infrastruktur Penas 2026 dapat terpenuhi sesuai standar nasional," tambahnya.
Sinergi antara Pemkab Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Kementerian PU diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan fisik mengingat waktu pelaksanaan yang menyisakan beberapa bulan lagi. Langkah ini diharapkan tidak hanya menyukseskan acara, tetapi juga meninggalkan warisan infrastruktur yang representatif bagi masyarakat Gorontalo.