LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan peninjauan lintas sektor di sumber mata air di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat. Kegiatan ini untuk memetakan potensi air bersih guna mendukung penanganan stunting. Kunjungan yang dipimpin Kepala Dinas PUPR, Risman K. Umar, ini merespons permintaan Pemerintah Desa Haya-Haya terkait perlunya survei dan pendataan teknis untuk usulan program pengadaan air bersih.
Mata Air Haya-Haya dinilai memiliki debit yang stabil dan kualitas air yang baik untuk menyuplai kebutuhan penduduk di tiga desa sekitar. Namun begitu, pengelolaan sumber airnya masih butuh dimaksimalkan secara terpadu.
“Walaupun dinamakan mata air Haya-Haya, sumber air ini memiliki debit yang cukup baik dan mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk kurang lebih tiga desa di sekitar Haya-Haya. Dari pengamatan awal, kualitas airnya juga tergolong baik,” ungkap Risman K. Umar, Senin (27/01/2026).
Selain untuk konsumsi, mata air ini berpotensi dikembangkan menjadi penunjang sektor pertanian, perikanan, hingga destinasi wisata pemandian alam berkelanjutan.
Peninjauan lapangan, Senin, melibatkan tim gabungan dari Kementerian Kehutanan, Bappenda, TNI/Polri, Perumda Tirta Limutu, hingga SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka penguatan desa binaan.
“Kita turun bersama lintas sektor, termasuk didampingi tim dari Universitas Negeri Gorontalo dalam rangka pemantapan desa binaan di Kabupaten Gorontalo,” kata Risman.
Secara historis, infrastruktur mata air tersebut telah berusia lebih dari 40 tahun dan terakhir mendapat pembaruan signifikan pada era kepemimpinan sebelumnya. Saat ini, sebagian fasilitas dilaporkan sudah tidak berfungsi optimal dan membutuhkan peremajaan segera.