UMKM

Pemkab Gorontalo Sebar Bantuan ke Kawasan Banjir di Tibawa Hingga Bilato

Pasukan Tagana serta Dinas Sosial langsung berjibaku membagikan ribuan paket makanan kepada warga korban bencana banjir.
Gorontalokab - Rabu, 07 Januari 2026, 19:56 WITA
Liputan: Irfan Mohamad Editor: Zulkifli Mile
Pemkab Gorontalo Sebar Bantuan ke Kawasan Banjir di Tibawa Hingga Bilato

LIMBOTO, DISKOMINFO – Hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo telah memicu banjir besar di sejumlah kecamatan. Merespons krisis tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengeluarkan instruksi darurat agar bantuan logistik segera disalurkan ke tangan warga dalam waktu singkat.

Menyahuti instruksi itu, Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo di dukung penuh pasukan Tagana terlihat bergerak cepat menyisir wilayah terdampak, mereka menyalurkan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan data Dinas Sosial, titik terparah saat ini berada di Kecamatan Tibawa. Data akurat Tim Tagana mencatat sebanyak 3.761 jiwa atau 1.567 kepala keluarga menjadi korban banjir yang merendam Desa Datahu, Isimu Raya, Isimu Selatan, Botumoputi, dan Tolotio. 

"Sesuai arahan Pak Bupati, masyarakat tidak boleh menunggu lama. Untuk Tibawa saja, kami sudah kirimkan 190 paket makanan siap saji, 140 paket lauk pauk, hingga stok beras ke posko kecamatan," tegas Kepala Dinas Sosial Afriyani Katili.

Tak hanya di Tibawa, bantuan juga diarahkan ke Kecamatan Limboto Barat, khususnya di Desa Tunggulo yang merendam sedikitnya 129 rumah. Di wilayah ini, Dinsos memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan dengan menyalurkan biskuit khusus balita serta 250 paket makanan siap saji yang merupakan hasil kolaborasi dengan pengurus Masjid Ka’bah. 

Sementara di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar yang lebih lengkap seperti family kit untuk 74 kepala keluarga yang rumahnya terendam.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun gorontalokab.go.id, bantuan yang disalurkan merupakan hasil sinergi lintas level, mulai dari Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi, hingga dukungan swadaya dari tokoh agama. 

Olehnya seluruh personel Tagana tetap siaga 24 jam untuk memantau potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang belum stabil. 


Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras