LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menutup buku tahun 2025 dengan aksi sosial yang masif. Rabu (31/12/2025), Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS-Kesra) Tahap III dicairkan secara serentak.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara maraton di sejumlah titik, mulai dari Desa Payunga di Batudaa, Desa Ombulo di Limboto Barat, hingga di Kantor Camat Dungaliyo, demi memastikan warga rentan memegang uang tunai sebelum malam pergantian tahun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang turun langsung menyalurkan bantuan di Dungaliyo, menyebut pencairan ini sebagai "Kado Akhir Tahun" dari pemerintah daerah.
Namun, ia memberikan peringatan keras kepada para penerima. Sugondo mewanti-wanti agar dana segar ini tidak disalahgunakan untuk euforia sesaat.
"Ini kado dari pemerintah, tapi jangan dipakai hura-hura, apalagi membeli minuman beralkohol atau hal tak bermanfaat. Gunakan sepenuhnya untuk kebutuhan keluarga dan dapur," tegas Sugondo di hadapan warga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Apriyani Katili, menjelaskan bahwa pihaknya harus bekerja ekstra cepat karena pencairan dana baru bisa dilakukan pada 30 Desember.
Alhasil, penyaluran dikebut hingga hari ini sebagai batas akhir. Tak main-main, bantuan ini menyasar 7.068 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, dan warga miskin ekstrem. Setiap warga langsung menerima uang tunai sebesar Rp900.000, yang merupakan rapel jatah bulan Oktober, November, dan Desember.
Apriyani berharap uang tunai yang cukup besar ini bisa menjadi bantalan ekonomi bagi warga miskin di tengah naiknya harga kebutuhan pokok jelang tahun baru.
Dengan tersalurkannya bantuan ini, Pemkab Gorontalo ingin memastikan bahwa pada malam pergantian tahun nanti, tidak ada warganya yang kesulitan makan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah yang hadir hingga detik-detik terakhir tahun 2025.