UMKM

Tagana Gorontalo Masuk Desa Terpencil Sumatra, Bupati Sofyan: Gorontalo Hadir untuk Indonesia!

Sekelompok relawan berhasil menuntaskan misi di tanah Sumatra. Mereka menembus hutan, lumpur, dan isolasi di Tapanuli Tengah/
Gorontalokab - Rabu, 31 Desember 2025, 12:44 WITA
Liputan: Irfan Mohamad Editor: Zulkifli Mile
Tagana Gorontalo Masuk Desa Terpencil Sumatra, Bupati Sofyan: Gorontalo Hadir untuk Indonesia!

LIMBOTO, DISKOMINFO – Setelah satu bulan penuh berjibaku di medan bencana yang ekstrem, para relawan akhirnya kembali ke tanah air. Kepulangan mereka disambut hangat oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Aula Rumah Dinas Bupati, Rabu (31/12/2025).

Kisah heroik terungkap dari penuturan Forum Koordinasi Tagana Provinsi Gorontalo, Beni Ishak. Ia menceritakan bagaimana tim Tagana Gorontalo ditempatkan di titik-titik paling rawan, mulai dari Langkat, Sibolga, hingga Tapanuli Tengah. 

Prestasi paling mencolok terjadi di Tapanuli Tengah, di mana Tagana Gorontalo nekat menjadi tim pertama yang menembus Desa Sibio-Bio. Desa ini sebelumnya terisolasi total akibat bencana dan belum tersentuh bantuan manapun.

"Tagana Gorontalo menjadi relawan pertama yang masuk ke Desa Sibio-Bio saat akses nyaris tertutup. Setelah kami berhasil membuka jalur, barulah TNI dan tenaga kesehatan bisa menyusul masuk," ujar Beni dengan bangga. 

Ia menegaskan bahwa di medan bencana, sekat-sekat perbedaan agama dan latar belakang runtuh seketika. Yang tersisa hanyalah tekad kemanusiaan untuk menolong sesama anak bangsa yang sedang menderita.

Mendengar laporan tersebut, Bupati Sofyan Puhi tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Didampingi Kepala BPBD Udin Pango dan Kadis Sosial Apriyani Katili, Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 10 relawan provinsi, di mana dua di antaranya adalah putra terbaik Kabupaten Gorontalo. 

Bagi Bupati Sofyan, aksi nekat para relawan ini adalah pesan kuat bahwa solidaritas bangsa masih kokoh. "Kepulangan mereka adalah pengingat bahwa Gorontalo hadir bukan hanya untuk daerahnya sendiri, tetapi hadir untuk Indonesia," tegasnya.

Meski misi tahap pertama usai, tugas kemanusiaan belum benar-benar selesai. Bupati mengungkapkan bahwa para relawan ini kemungkinan besar akan kembali dipanggil bulan depan mengingat status tanggap darurat di Sumatra dan Aceh masih berlanjut. 

Olehnya Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh, baik moral maupun kelembagaan, agar "Duta Kemanusiaan" Gorontalo ini bisa terus mengabdi di garis terdepan bencana nasional.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras