UMKM

Kadis Dikbud Abd. Waris Targetkan Lulusan SD-SMP Gorontalo Kantongi 'Ijazah Ganda'

Para pelajar kini tak hanya dituntut pintar matematika atau sains, tapi wajib lulus uji baca Al-Qur'an dan paham budaya daerah.
Gorontalokab - Senin, 29 Desember 2025, 17:59 WITA
Liputan: Irfan Mohamad
Kadis Dikbud Abd. Waris Targetkan Lulusan SD-SMP Gorontalo Kantongi 'Ijazah Ganda'

LIMBOTO, DISKOMINFO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Dr. Abd. Waris, membedah cetak biru besar mengenai masa depan sumber daya manusia. Usai membuka Pelatihan Hypnoteaching bagi Guru SD di Aula Dikbud pada Senin (29/12/2025), Abd. Waris menegaskan bahwa restorasi pendidikan di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wabup Tonny S. Junus kini berfokus pada tiga pilar utama: SDM yang beragama, berbudaya, dan kompetitif.

Salah satu terobosan paling mencolok yang disiapkan adalah kebijakan Ijazah Ganda. Pemerintah daerah menargetkan setiap lulusan SD tidak hanya menerima ijazah reguler, tetapi juga sertifikat kemampuan membaca Al-Qur'an. 

Sementara itu, bagi jenjang SMP, targetnya ditingkatkan menjadi sertifikat khatam Al-Qur'an. Program ini didukung dengan penguatan spiritual harian, seperti Gema Siswa Bersholawat (GSS) setiap pagi, aktivitas mengaji di hari Jumat, hingga kewajiban shalat Dzuhur berjamaah yang menghentikan seluruh aktivitas kantor dan sekolah 30 menit sebelum azan berkumandang.

Tak hanya fokus pada nilai religius bagi umat Muslim, Abd. Waris menekankan prinsip inklusivitas tetap dijaga ketat. Peserta didik non muslim diberikan ruang dan fasilitas setara dengan menghadirkan mentor atau pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing. Baginya, karakter yang kuat adalah fondasi utama untuk mengikis perilaku negatif di kalangan remaja. 

"Jika religiusitas kuat, maka perilaku negatif akan terkikis dengan sendirinya," tegas Abd. Waris.

Dari sisi kebudayaan, Dikbud tengah serius mengimplementasikan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal. Bahasa Gorontalo, olahraga tradisional seperti longgo dan tenggedi, hingga pendidikan lingkungan hidup resmi menjadi "menu wajib" di sekolah. 

Bahkan, Bupati telah menginstruksikan kehadiran ikon rumah adat yang representatif di lingkungan pendidikan sebagai simbol jati diri. 

Dengan memadukan kecerdasan akademik, keterampilan seni, dan karakter religius, Kabupaten Gorontalo optimistis melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global namun tetap berakar kuat pada nilai leluhur.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras