UMKM

Sekda Sugondo Matangkan Prosesi Molo'opu, Camat Baru 'Wajib Diterima Secara Adat' Diawal Bertugas

Menjadi Camat di Gorontalo ternyata tidak cukup hanya dengan modal SK pelantikan. Para pimpinan wilayah yang baru dilantik ini harus melewati "gerbang sakral" adat sebelum benar-benar memimpin rakyat.
Gorontalokab - Senin, 22 Desember 2025, 14:50 WITA
Liputan: Febby
Sekda Sugondo Matangkan Prosesi Molo'opu, Camat Baru 'Wajib Diterima Secara Adat' Diawal Bertugas

LIMBOTO, DISKOMINFO - Penugasan para Camat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak hanya berhenti pada urusan administrasi pemerintahan. Sebagai daerah yang kental dengan filosofi "Adat bersendikan Syara', Syara' bersendikan Kitabullah", para pimpinan wilayah ini diwajibkan menjalani prosesi adat pengukuhan yang sakral. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memimpin langsung rapat koordinasi pemantapan prosesi adat Molo'opu dan Modepito di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Senin (22/12/25).

Dalam rapat tersebut, Sekda Sugondo menegaskan bahwa Molo'opu dan Modepito bukan sekadar seremonial belaka. Tradisi ini merupakan bentuk penjemputan resmi secara adat bagi seorang pemimpin untuk menduduki rumah dinas atau jabatan barunya. Melalui prosesi ini, seorang Camat mendapatkan legitimasi secara adat dan diakui secara kultural oleh masyarakat setempat. 

Berdasarkan hasil keputusan rapat, disepakati bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di masing-masing wilayah kecamatan tempat para Camat bertugas, agar mereka bisa berinteraksi langsung dengan para pemangku adat (Bate) dan warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Sugondo menekankan pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi yang matang di tingkat kecamatan. Ia tidak ingin prosesi yang suci ini kehilangan maknanya karena kurangnya persiapan. 

"Prosesi adat ini adalah bagian dari kearifan lokal kita yang harus dijaga. Ini menandai dimulainya tugas para Camat secara adat di tengah-tengah masyarakat," tegas Sugondo. Baginya, Molo'opu adalah momen 'ketuk pintu' bagi pejabat baru untuk menghormati tata krama dan kearifan lokal yang telah lama hidup di wilayah tersebut.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kabag Kesra, hingga para Camat se-Kabupaten Gorontalo. Tak ketinggalan, para Tokoh Adat (Bate) juga turut hadir untuk memberikan masukan terkait tata cara yang benar sesuai pakem adat Gorontalo. 

Dengan persiapan ini, diharapkan para Camat baru tidak hanya siap secara intelektual dalam melayani publik, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dan kultural dengan masyarakat yang dipimpinnya.

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras