LIMBOTO, DISKOMINFO - Warga Kabupaten Gorontalo patut berbangga. Angka kemiskinan di daerah ini mencatatkan penurunan yang sangat signifikan dalam setahun terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo, persentase penduduk miskin kini tinggal 14,89 persen. Angka ini anjlok tajam dari sebelumnya 16,43 persen pada tahun 2024.
Penurunan persentase mencapai 1,54 persen poin ini dinilai sebagai hasil nyata dari efektivitas program-program penanggulangan kemiskinan yang digeber oleh Pemkab Gorontalo.
Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, sampai sumringah melihat hasil ini. Ia menyebut penurunan ini nyaris mencapai 2 persen poin!
"Ini kabar baik karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Gorontalo semakin kecil. Jumlah penduduk miskin juga terus menurun," ujar Suparno di ruang kerjanya, Senin (24/11).
Penurunan persentase ini otomatis mengurangi jumlah penduduk miskin sebanyak 5,78 ribu orang. Tercatat, kini total penduduk miskin menjadi 56,13 ribu orang.
Suparno menjelaskan, capaian ini juga didukung perbaikan dua indikator penting lainnya. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga ikut-ikutan turun, menandakan kondisi hidup warga miskin semakin membaik dan ketimpangan pengeluaran semakin kecil.
Namun, ia menegaskan bahwa intervensi pemerintah harus terus diperkuat, terutama pada sektor pertanian.
"Struktur perekonomian Gorontalo itu lebih dari sepertiga penduduknya bekerja di sektor pertanian. Sektor ini penyumbang terbesar angka kemiskinan," jelasnya.
Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran menyentuh kelompok petani, rumah tangga non-produktif, serta rumah tangga dengan kepala keluarga lanjut usia.
Dengan tren yang positif ini, Pemkab Gorontalo optimis bisa terus 'menggiling' angka kemiskinan di tahun-tahun mendatang lewat kolaborasi lintas sektor dan penguatan program pemberdayaan ekonomi.
Laporan: Irfan Mohamad
Editor: Zulkifli Mile