LIMBOTO, Diskominfo — Ribuan warga tumplek di halaman Masjid Besar Baiturrahman, Kecamatan Tibawa, Senin (7/7/2025). Aroma apangi dari tungku tradisional rumah-rumah warga bukan sekadar menggugah selera—ia membangkitkan memori, silaturahmi, dan harapan baru bagi Gorontalo.
Festival Apangi 2025 yang digelar bertepatan dengan 10 Muharam 1447 H ini menjadi simbol pertemuan antara warisan leluhur dan semangat zaman. Dan di tengah keramaian itu, hadir sosok yang memegang komitmen kuat terhadap budaya. Dia adalah Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi.
"Festival ini bukan hanya tentang kuliner. Ini tentang menyatukan kita sebagai masyarakat Gorontalo yang berakar pada tradisi, tapi siap menatap masa depan," ungkap Bupati dalam sambutannya.
Festival yang menampilkan berbagai varian kue apangi ini menjadi panggung bagi UMKM lokal untuk unjuk rasa dan cita. Dari resep klasik yang diwariskan turun-temurun hingga inovasi rasa kekinian, Apangi menjelma jadi medium budaya yang hidup—dan menghidupi.
Tak hanya mencicipi, Bupati Sofyan Puhi turut berdialog dengan para pelaku usaha kecil, menyerap aspirasi, serta memberikan dukungan nyata untuk keberlanjutan ekonomi kerakyatan.
"Saya ingin Festival Apangi ini terus menjadi agenda tahunan yang mempersatukan warga, menarik wisatawan, dan memperkuat ekonomi lokal," tutup Sofyan.
Di bawah kepemimpinan Sofyan Puhi dan Tonny S. Junus, festival seperti ini bukan lagi sekadar tradisi tahunan, tapi bagian dari visi restorasi budaya dan pembangunan inklusif Kabupaten Gorontalo yang berkelanjutan.
Laporan: Itan Pakaya
Editor: Zulkifli Mile