LIMBOTO, Diskominfo – Program Jaksa Mandiri Pangan hasil kolaborasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai membuahkan hasil. Betapa tidak, pada panen perdana tomat dari lahan seluas 0,24 hektare di Kelurahan Bolihuangga, produksinya menghasilkan sekitar 10 ton.
Program Jaksa Mandiri Pangan merupakan inisiatif Kejaksaan Agung untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kita mendukung program Asta Cita. Program Jaksa Mandiri Pangan merupakan bukti nyata bagaimana penegakan hukum dapat berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang ketahanan pangan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Dr. Abvianto Syaifulloh, Senin (11/8), di Limboto.
Sementara itu, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi terlihat memberikan apresiasi tinggi kepada pihak kejaksaan yang telah berperan aktif di luar penegakan hukum.
"Program ini menjadi bukti kepedulian kejaksaan yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan," ungkap Sofyan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Darwan Usman, memaparkan rincian hasil panen. Dari luas 0,24 hektare, terdapat sekitar 5.000 pohon, rata-rat menghasilkan 1 hingga 2 kilogram tomat.
"Kami sudah hitung-hitung buahnya per pohon secara sampel 20–30 biji. Satu kilo tomat jika dilihat seperti ini 16–18 biji. Berarti dalam satu pohon sudah satu sampai dua kilo. Maka total yang dihasilkan 10 ton. Itulah keunggulan hortikultura," jelas Darwan.
Darwan menambahkan, secara keseluruhan Kabupaten Gorontalo memiliki sekitar 34 hektare lahan tomat dan 50 hektare lahan cabai yang sedang dikelola.
"Ini komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo wujudkan program Asta Cita, wujudkan program ketahanan pangan," tutup Darwan.
Laporan: Irfan Mohamad
Editor: Zulkifli Mile