LIMBOTO, Diskominfo – Semangat kemerdekaan dan nilai kepramukaan terlihat berpadu di Bumi Perkemahan Telaga Biru. Senin (11/8/2025), Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, resmi membuka Ajang Kreativitas Penggalang II Kwartir Ranting Telaga Biru 2025, sebuah momentum yang memadukan seni, religi, dan keterampilan lapangan.
Ajang ini menjadi panggung bagi 620 peserta dari 32 sekolah tingkat SD, SMP, MTs, hingga pesantren. Mereka akan berkompetisi selama empat hari (11–14 Agustus) dalam beragam lomba: teknik kepramukaan seperti pionering, hiking, PBB, dan yel-yel, lomba seni vokalia dan menyanyi berantai, hingga lomba religi seperti kultum, hafalan ayat, dan mohunguli—tradisi lisan bahasa Gorontalo yang kian langka.
Karenanya Sekda Sugondo Makmur menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan kreativitas penggalang sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
“Mereka akan menunjukkan teknik kepramukaan, mulai dari tali-temali, permainan tongkat, hingga yel-yel. Semua akan dinilai secara fair sesuai kreativitas anak-anak, sehingga mereka termotivasi dan lebih percaya diri,” ujarnya.
Sekda Sugondo pun menekankan pentingnya objektivitas juri.
“Yang menilai diupayakan fair. Jadi betul-betul menilai sesuai hasil kreativitas anak-anak. Supaya mereka semangat mengikuti,” tambahnya.
Camat Telaga Biru, Muhtar Potutu, menggarisbawahi bahwa gerakan pramuka adalah amanah undang-undang yang tak boleh diabaikan.
“Gerakan pramuka adalah pendidikan non formal yang membina kemandirian, persatuan, kreativitas, dan kekompakan generasi muda. Ini tanggung jawab kita bersama untuk membina generasi emas yang cakap teknologi, beriman, dan berkarakter,” tegasnya.
Lebih dari sekadar lomba, ajang ini memupuk kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan jiwa patriotisme. Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pramuka Telaga Biru berupaya memastikan generasi muda Kabupaten Gorontalo tumbuh sebagai insan kreatif yang tak melupakan akar budaya dan nilai kebangsaan.
Laporan: Ijes Datukramat
Editor: Zulkifli Mile