LIMBOTO, DISKOMINFO - Dalam apel Korpri di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Rabu (17/12), Bupati Sofyan Puhi tampak tegas dan tanpa basa-basi.
Di hadapan ribuan ASN dan pejabat eselon, Bupati menyampaikan peringatan lima momentum besar nasional sekaligus—mulai dari Hari AIDS, Anti Korupsi, hingga Bela Negara.
Momentum ini bukan untuk sekadar seremonial, melainkan sebagai ajang evaluasi keras. Penegasan diarahkan Bupati pada masalah transparansi zakat.
Pada kesempatan itu, secara terbuka dibacakan setoran BAZNAS di depan peserta apel. Bupati menjelaskan bahwa zakat profesi sebesar 2,5 persen adalah kewajiban mutlak bagi ASN muslim untuk membersihkan harta.
Bupati memuji RSUD Limboto yang tercatat sebagai penyumbang zakat tertinggi. Pengumuman terbuka ini sengaja dilakukan sebagai "terapi kejut" agar pejabat sadar akan tanggung jawab moral dan sosialnya.
Tak berhenti di situ, isu kesehatan sensitif juga diangkat. Terkait Hari AIDS Sedunia, Sofyan menantang keberanian para ASN untuk tidak ragu mengikuti tes HIV. Ia menyatakan jaminan kerahasiaan penuh hasil pemeriksaan dan menegaskan bahwa tes ini bukan untuk mempermalukan, melainkan langkah preventif menjaga diri dan keluarga.
"Kami yakin ASN Gorontalo bersih, tapi tes ini untuk memastikan," tegasnya.
Bupati juga merevisi definisi korupsi di benak pegawainya. Baginya, korupsi bukan melulu soal menilep uang negara. Ketidakhadiran dalam apel, malas dalam pelayanan publik, hingga mangkir dari tugas, disebutnya sebagai bentuk nyata pengingkaran sumpah jabatan dan korupsi waktu.
Menutup arahannya, Sofyan meminta kantor-kantor layanan publik segera berbenah agar ramah disabilitas dan menatap tahun 2026 dengan disiplin yang lebih militan, yang kini sudah mulai terasa perubahannya.