LIMBOTO, DISKOMINFO - Upaya lobi intensif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ke Kementerian Pertanian akhirnya berbuah manis. Sebanyak 7.000 hektare lahan jagung di daerah ini resmi mendapatkan sokongan penuh berupa 105 ton benih jagung hibrida.
Bantuan ini mulai disalurkan secara simbolis kepada kelompok tani yang dipusatkan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga, Selasa (16/12).
Pada kesempatan kali ini Bupati Sofyan menegaskan, bantuan ini tidak turun begitu saja, melainkan hasil dari komunikasi intensif dan permohonan resmi yang diajukan Pemkab ke pemerintah pusat.
Usulan tersebut akhirnya mendapat respons positif dan direalisasikan tepat pada bulan Desember ini. Secara keseluruhan, program ini menjangkau 16 kecamatan, 95 desa dan kelurahan, dengan sasaran 220 kelompok tani yang melibatkan sekitar 5.990 petani.
Tak hanya fokus pada jagung, Sofyan Puhi juga membawa kabar gembira lainnya. Kabupaten Gorontalo turut memperoleh alokasi pengembangan kelapa seluas 8.000 hektare.
Selain itu, Pemkab tengah membuka peluang pengembangan komoditas kedelai melalui kerja sama dengan pelaku industri tahu tempe dari Sukabumi dan HKTI.
Langkah diversifikasi ini diambil sebagai ikhtiar agar petani di Kabupaten Gorontalo memiliki banyak pilihan komoditas dan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman saja.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sumadi, menjelaskan detail teknis penyaluran bantuan yang dibagi berdasarkan sistem Rayon.
Distribusi ini, kata dia, merata mulai dari Rayon 1 (Telaga cs) hingga Rayon 6 yang mencakup wilayah Bilato dan Boliyohuto sebagai area terluas dengan cakupan 1.818 hektare.
Pembagian zonasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan benih terdistribusi tepat sasaran dan mendukung strategi peningkatan produksi pangan daerah secara menyeluruh.