UMKM

Beberapa Lahan Tidur di Wilayah Kabupaten Gorontalo Kini Jadi Sentra Pisang Gapi Berdaya Saing

Namun kini, 100 hektare lahan berhasil dioptimalkan melalui pembangunan 16,7 km jalan usaha tani, dua embung, dan 26 unit irigasi perpipaan. “Program ini telah membuka peluang baru bagi petani. Produksi meningkat, akses pasar terbuka, dan kesejahteraan masyarakat mulai terasa,” ujar Sofyan Husin, Ketua PIU Gorontalo, Rabu (29/10).
Gorontalokab - Rabu, 29 Oktober 2025, 18:15 WITA
Liputan: Administrator

LIMBOTO, Diskominfo — Lahan tidur di Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga Biru, Desa Toyodito Kecamatan Tibawa, dan Desa Puncak di Kecamatan Pulubala berhasil disulap menjadi sentra produksi pisang gapi. Komoditi ini tampaknya menjadi program unggulan baru sektor pertanian di Kabupaten Gorontalo.

Peningkatan produktifitas para petani pada lahan tidur di tiga desa di wilayah Kabupaten Gorontalo tersebut terlaksana berkat implementasi Program Upland PIU (Project Unit for Implementation) di Gorontalo.

Kementerian Pertanian merancang Upland untuk meningkatkan produktivitas para petani tanpa menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Semua konstruksi proyek ramah lingkungan Proyek Upland merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm

Sebelum hadirnya program ini, petani Pemilik lahan tidur di tiga desa tersebut mengandalkan budidaya jagung di lahan terbatas. Belum lagi, minim akses jalan, kurangnya irigasi, dan sarana pertanian lainnya.

Namun kini, 100 hektare lahan berhasil dioptimalkan melalui pembangunan 16,7 km jalan usaha tani, dua embung, dan 26 unit irigasi perpipaan. “Program ini telah membuka peluang baru bagi petani. Produksi meningkat, akses pasar terbuka, dan kesejahteraan masyarakat mulai terasa,” ujar Sofyan Husin, Ketua PIU Gorontalo, Rabu (29/10).

Selain infrastruktur, petani juga menerima 62.500 bibit pisang gapi, 412 ton pupuk kandang, 10,5 ton pupuk NPK, serta dukungan alsintan seperti kendaraan roda tiga, cultivator, lawn mower, dan hand sprayer. Di sisi kelembagaan, terbentuk kelompok tani, kelompok wanita tani, hingga koperasi produsen berbadan hukum.

Tak hanya budidaya, peningkatan kapasitas petani menjadi fokus utama. Pelatihan manajemen usaha, keuangan, hingga pemasaran digital dilakukan untuk memperluas akses pasar. Dampaknya, investor dari Malaysia dan Jepang mulai menjajaki kerja sama dagang produk pisang Gorontalo.

“Produk turunan seperti keripik pisang mulai diminati pembeli luar negeri. Harga pisang di tingkat petani kini naik hingga Rp20 ribu per sisir,” jelas Sofyan.

Program Upland juga mendorong ekonomi sirkular melalui UPPO Biogas yang memproduksi pupuk organik. Pembangunan jalan usaha tani turut memberi manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya penerima program.

“Upland Gorontalo telah menjadi katalis perubahan menuju pertanian berkelanjutan dan berdaya saing. Ini bukti nyata transformasi pertanian terpadu di daerah,” pungkas Sofyan.

Liputan: Irfan Mohamad
Editor: Zulkifli Mile

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras