LIMBOTO, Diskominfo – Gelaran Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama kegiatan berlangsung, omzet para pedagang meningkat seiring tingginya kunjungan ribuan peserta dari berbagai provinsi.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyebut keikutsertaan pelaku UMKM dalam ajang nasional ini menjadi bukti kuatnya kemitraan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan masyarakat pelaku usaha.
“Alhamdulillah, UMKM binaan BI maupun BUMN bisa berkesempatan mengambil bagian di Peran Saka. Mereka adalah mitra pemerintah daerah yang berkontribusi langsung bagi ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Sofyan usai meninjau stan UMKM, Rabu (5/11/2025).
Menurut Bupati, kegiatan berskala nasional ini tidak hanya berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Produk-produk khas Gorontalo seperti kuliner, kerajinan tangan, dan suvenir menjadi incaran peserta dan tamu dari berbagai daerah.
“Ini momentum luar biasa. Produk-produk Gorontalo bisa dikenal lebih luas dan diminati oleh tamu dari luar daerah. Dampaknya langsung ke ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Partisipasi UMKM dalam pameran dan pasar rakyat di area perkemahan memastikan transaksi ekonomi terjadi secara langsung, memberikan tambahan penghasilan bagi pedagang kecil dan menengah.
Sofyan menambahkan, sinergi antara kegiatan kepramukaan, promosi pariwisata, dan pemberdayaan UMKM membuktikan bahwa event nasional dapat menjadi katalisator bagi ekonomi daerah.
Pada momen Peran Saka ini, para pelaku UMKM menjual souvenir-souvenir kreatif dan unik, salah satunyanya replika 'polopalo', yakni alat musik khas Gorontalo yang mengeluarkan denting khas saat dipukul. Replika ini dibuat dalam ukuran mini dan dapat digunakan sebagai gantungan kunci.
Pewarta: Riri Lihawa
Editor: Zul_Mile