LIMBOTO, DISKOMINFO - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi secara resmi membuka rangkaian Pencanangan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/12).
Kegiatan diawali dengan Jalan Sehat Kerukunan di halaman Kantor Kementerian Agama, tampak berlangsung meriah dan sarat dengan pesan strategis mengenai moderasi beragama.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menegaskan HAB bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kerukunan. Ia menekankan, kerukunan antarumat beragama, budaya, dan sosial merupakan prasyarat penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
Tanpa harmoni, program pembangunan akan sulit berjalan maksimal.
Ia juga memamerkan sinergi konkret antara Pemkab dan Kemenag, salah satunya melalui peluncuran Program Jumat Navigasi Iman.
Program ini dilaksanakan di seluruh kecamatan dengan tujuan memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Gorontalo sebagai bekal moral dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Menurutnya, urusan keagamaan bukan hanya tanggung jawab Kemenag semata, tetapi juga menjadi prioritas pemerintah daerah.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, H. Iswad Abdullah Pakaja, ditengah sambutannya menyebut Bupati Sofyan Puhi layak menerima penghargaan dari Kementerian Agama RI atas kontribusi besarnya dibidang keagamaan. Rangkaian HAB kali ini juga diisi dengan aksi nyata, termasuk penyaluran bantuan bersama BAZNAS berupa 100 paket sembako dan bantuan stunting.
Senada dengan semangat aksi nyata, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Yunus Bobihu, mengungkapkan keberhasilan Program GEMBIRA (Gerakan Massal Bersih Rumah Ibadah). Dalam waktu tiga bulan, program ini sukses membersihkan hampir seluruh masjid dan gereja di Provinsi Gorontalo.
Hal ini membuktikan bahwa HAB ke-80 benar-benar menjadi gerakan yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar perayaan.