LIMBOTO, DISKOMINFO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan di sektor pertanian dan perikanan.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo menjadikan momentum nasional ini sebagai sarana penggerak ekonomi kerakyatan melalui Pasar Rakyat yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Pasar Rakyat secara resmi dibuka oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus dan Sekretaris Daerah Sugondo Makmur. Kegiatan itu melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah.
Bupati Sofyan Puhi mengatakan Pasar Rakyat merupakan bagian penting dari rangkaian PENAS XVII karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
Dengan kehadiran sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia, PENAS XVII dinilai menjadi peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
"PENAS tidak hanya berbicara tentang pertanian dan perikanan, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi masyarakat ikut bergerak. Karena itu, Pasar Rakyat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan PENAS XVII," ujar Sofyan.
Ada sebanyak 42 stan UMKM memamerkan beragam produk, mulai dari kuliner khas Gorontalo, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menggandeng Tim Kreator UMKM Gorontalo untuk memperluas promosi dan pemasaran produk lokal.
Keberadaan Pasar Rakyat tersebut tampaknya menjadi instrumen penting agar dampak ekonomi dari penyelenggaraan PENAS dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Tanpa Pasar Rakyat, PENAS akan terasa sepi. Karena itu kami hadirkan ruang ekonomi yang hidup, ruang perjumpaan masyarakat, sekaligus panggung promosi bagi UMKM daerah," katanya.
Selain UMKM, kegiatan tersebut turut melibatkan sektor swasta, antaranya PT. Hasrat Abadi bersama Yamaha yang memperkenalkan berbagai produk pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Untuk mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan, Bupati Sofyan juga meminta seluruh transaksi yang terjadi selama Pasar Rakyat didata dan dipublikasikan setiap hari melalui media sosial.
"Itu menjadi bukti bahwa ekonomi rakyat bergerak. Ini harus dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM agar mereka semakin bersemangat untuk terus berkarya," tegasnya.
Melalui Pasar Rakyat PENAS XVII, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap produk-produk UMKM lokal semakin dikenal luas dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.