UMKM

Taluhu Barakati Bukan Lagi Sekadar Wisata, Kini Jadi Produk Ekonomi Daerah

Pemkab Gorontalo meluncurkan AMDK Pro-ST yang memanfaatkan sumber mata air Taluhu Barakati sebagai langkah hilirisasi potensi lokal dan penguatan ekonomi daerah.
Gorontalokab - 15 Jun 2026 12:16 WITA
Liputan: Irfan Editor: Zulkifli Mile
Taluhu Barakati Bukan Lagi Sekadar Wisata, Kini Jadi Produk Ekonomi Daerah

LIMBOTO, DISKOMINFO - Taluhu Barakati memasuki babak baru. Setelah kembali dibuka sebagai destinasi wisata, sumber mata air alami di kawasan Batudaa itu kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Minggu (14/6/2026), PDAM Tirta Limutu meluncurkan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Pro-ST yang memanfaatkan sumber mata airu dari pegunungan di kawasan itu.

Peluncuran produk tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pengembangan usaha daerah yang berorientasi pada nilai tambah dan kemandirian ekonomi.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat peluncuran air kemasan tersebut, mengatakan, Pro-ST merupakan produksi perdana Perumda Tirta Limutu di sektor air minum dalam kemasan. Menurutnya, kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih inovatif dan produktif.

"Ini merupakan produksi perdana PDAM Tirta Limutu. Ke depan akan terus kami kembangkan dengan berbagai jenis dan ukuran kemasan sesuai kebutuhan pasar," ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan Pro-ST terletak pada sumber airnya yang berasal dari kawasan pegunungan Taluhu Barakati yang dikenal memiliki kandungan mineral alami serta kualitas air yang baik.

Selain menjadi destinasi wisata unggulan, Taluhu Barakati dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber produk unggulan daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Meski telah diperkenalkan kepada publik, Pemkab Gorontalo bersama manajemen Perumda Tirta Limutu masih melengkapi berbagai persyaratan teknis dan administratif, mulai dari sertifikasi mutu, izin edar, sertifikasi halal, hingga hasil uji laboratorium sebelum dipasarkan secara luas.

Sebagai tahap awal, pemerintah daerah akan mendorong pemanfaatan Pro-ST di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal.

Sofyan juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk dan menerapkan tata kelola usaha yang profesional agar Pro-ST mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kualitas dan standar produk harus dijaga. Begitu pula manajemen produksi, pemasaran, operasional hingga pengelolaan keuangan harus dilakukan secara profesional agar usaha ini dapat berkembang secara berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, mengungkapkan bahwa pengembangan usaha AMDK tersebut berawal dari gagasan pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Gorontalo.

Saat ini fasilitas produksi Pro-ST mampu menghasilkan hingga 400 karton dalam tujuh jam operasional, dengan target produksi sekitar 5.000 karton per bulan. Perusahaan juga tengah mempercepat pengurusan berbagai sertifikasi dan perizinan agar produk dapat segera dipasarkan secara luas.

Kehadiran Pro-ST menjadi simbol transformasi pemanfaatan sumber daya alam Kabupaten Gorontalo. Jika selama ini Taluhu Barakati dikenal sebagai destinasi wisata bersejarah, kini sumber mata airnya mulai diolah menjadi produk unggulan daerah yang diharapkan mampu memperkuat pendapatan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

(Tim Redaksi)

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras