UMKM

Sekda Dorong Pencak Silat Jadi Identitas Budaya dan Wisata Gorontalo

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo mendorong IPSI menghadirkan inovasi dalam pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya yang dapat mendukung promosi pariwisata daerah.
Gorontalokab - 10 Jun 2026 16:52 WITA
Liputan: MYT Editor: Zulkifli Mile
Sekda Dorong Pencak Silat Jadi Identitas Budaya dan Wisata Gorontalo

LIMBOTO, DISKOMINFO – Pencak silat dinilai tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus media promosi pariwisata daerah. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, dengan jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Gorontalo, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekda itu membahas berbagai agenda organisasi, termasuk rencana kegiatan dan event pencak silat yang akan digelar dalam waktu mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sugondo mendorong IPSI untuk menghadirkan konsep baru dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan, sehingga tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya Gorontalo.

Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

“Pencak silat tidak hanya soal pertandingan. Di dalamnya ada nilai perjuangan, filosofi, dan budaya yang harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Sugondo.

Ia mencontohkan penggunaan nama-nama tokoh lokal dalam penyelenggaraan event pencak silat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sejarah dan identitas daerah. Salah satu nama yang dinilai relevan adalah POPA, tokoh yang dikenal dalam sejarah Gorontalo sebagai raja sekaligus pendekar.

Menurut Sugondo, pendekatan tersebut dapat menjadi cara untuk mengintegrasikan olahraga dengan penguatan identitas budaya daerah.

Selain itu, ia juga melihat peluang besar untuk mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari atraksi wisata budaya. Kolaborasi dengan seni dan tradisi lokal seperti Longgo maupun unsur budaya Gorontalo lainnya dinilai dapat memperkaya nilai sebuah kegiatan sekaligus menarik minat wisatawan.

“Kalau negara lain mampu menjadikan seni bela diri sebagai bagian dari daya tarik wisata, maka pencak silat juga memiliki potensi yang sama. Ini bisa menjadi media untuk memperkenalkan budaya Gorontalo kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Melalui pengembangan konsep yang lebih inovatif, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap pencak silat tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian budaya dan promosi daerah yang berkelanjutan.

Tim Redaksi. 

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras