LIMBOTO, DISKOMINFO – Realisasi klaim BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Gorontalo sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp36,9 miliar. Nilai tersebut mencerminkan tingginya pemanfaatan program jaminan sosial oleh masyarakat pekerja.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Sanco Simanullang, mengatakan klaim tersebut mencakup berbagai program perlindungan, mulai dari jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, beasiswa pendidikan, hingga jaminan hari tua dan pensiun.
“Nilai ini menunjukkan manfaat program benar-benar dirasakan oleh pekerja dan keluarganya,” kata Sanco dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyebut capaian tersebut menjadi dasar untuk memperluas cakupan kepesertaan melalui program Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ).
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah mencapai cakupan semesta untuk BPJS Kesehatan. Selanjutnya, fokus diarahkan pada perlindungan pekerja, terutama di sektor informal.
“Perlindungan ini penting untuk memberikan kepastian dan rasa aman bagi pekerja, khususnya kelompok rentan seperti petani dan nelayan,” ujarnya.
Pemkab Gorontalo menargetkan perluasan kepesertaan pada 2026 melalui sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah menilai, semakin luas cakupan jaminan sosial, semakin besar pula dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.
Tim Redaksi