Wujudkan Normal Pangan 2024, Pemkab Gorontalo Canangkan Limboto Cerdas Pangan

Launching Program Cerdas Pangan 2022

LIMBOTO – Wujudkan target normal pangan tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Gorontalo launching program cerdas pangan, Senin (28/11)2022). Program ini pun mulai dilanucing diwilayah ibu kota dengan nama Limboto cerdas pangan yang diharapkan menjadi pilot bagi wilayah kecamatan lain di wilayah Kabupaten Gorontalo.

turut dihadir pada kegiatan ini Wakil Bupati Gorontalo, Hendra Hemeto, pimpian OPD, ketua tp pkk kabupaten Gorontalo Fory Naway, para camat serta lurah se Kecamatan Limboto dan undangan lainnya.

Bupati Nelson dalam sambutannya mengatakan, Program ini juga bagian dari upaya pemanfaatan pekarangan.

“Program Limboto cerdas pangan saya terinspirasi setelah diundang sebagai peserta pada Konferensi Internasional Ketahanan Pangan bertajuk Urban 20, di Kota Bandung pada bulan kemarin,” kata Nelson.

dalam program Limboto cerdas pangan, Nelson memiliki konsep dengan mendayagunakan dan mengoptimalkan lahan lewat integrated Farming System.

“Karena Limboto sebagai ibukota Kabupaten Gorontalo maka konsepnya bagaimana pemanfaatan pekarangan. Memang kegiatan ini sudah menjadi program pemerintah tapi kita berupaya yang lebih agar bernilai ekonomis sebagai peningkatan ekonomi keluarga juga,” jelas Nelson

Lebih lanjut Nelson mengatakan, dulu pemanfaatan pekarangan tujuannya hanya penuhi kebutuhan pangan keluarga tapi ini diharapkan ada nilai ekonomis. Sehingga tujuan jangka panjang keberlanjutan harus normal pangan 2024.

Nelson menegaskan, apa yang dibuat ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam rangka peningkatan pangan keluarga agar terpenuhi.

“Normalisasi pangan itu artinya normal. Pertama jumlahnya ada dan kedua tidak mahal. Artinya dalam rangka menanam maka pangan bisa terpenuhi sambil juga bermanfaat pada nilai ekonomi masyarakat,”ujar nelson.

Ia pun berharap program ini dapat diterapkan disemua desa. Camat dan kepala desa mengajak masyarakat untuk terus menaman, sayur – sayuran, bawang,rica dan tomat.

“Di desa itu ada dana desa maka arahkan anggaran dalam rangka pemanfaatan pekarangan bagi masyarakat,” pinta Nelson.

Ditempat yang sama kepala dins ketahanan pangan Gusti tomayahu mengayakan, tak hanya di ibukota Limboto program ini diterapkan tapi juga menyasar di tingkat desa.

“Di sana ada dana desa 20 persen untuk ketahanan pangan. Khusus Kota Limboto kita beri stimulus dana untuk pemanfaatan pekarangan berupa bantuan bibit poliback dan pembuatan bedengan. Sasaran melibatkan semua masyarakat mulai dari tingkat Kabupaten ada dinas pertanian, ketahanan pangan, tingkat kecamatan dan desa dan melibatkan kolaborasi semua, ada dasa wisma, PKK, pemuda yang diharapkan bisa membantu daerah implementasikan Limboto cerdas pangan,” beber Gusti.

Launching cerdas pangan ini ditandai dengan penanaman bibit bawang, kacang panjang dan kangkung darat. Sebelumnya, Bupati Nelson didampingi wakil Bupati Hendra Hemeto melalukan panen kacang panjang hasil pemanfaatan pekarangan oleh dasa wisma dan kelompok wanita tani di kelurahan kayubulan.

Liputan: Irfan Mohamad

Bagikan artikel:

Berita lainnya...

Kategori Pemberdayaan

FACEBOOK PAGE