Warga Kelurahan Kayumerah mulai hadapi ancaman sampah plastik

BAGIKAN

LIMBOTO – Ancaman sampah plastik terhadap lingkungan mulai menjadi perhatian kalangan masyarakat di kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pasalnya, plastik telah mengakibatkan berbagai hal negatif, seperti, tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem sungai dan Danau Limboto.

Hal tersebut terlihat saat dilaksanakannya launching program Gerai Tukar Sampah dan Peresmian Bank Sampah ‘Permata’ yang digalakkan mahsiswa KKN dari Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo oleh Bupati Nelson Pomalingo, Minggu (14/7).

Salah seorang mahasiswa perwakilan KKN dari UGM pada acara tersebut memaparkan, fenomena sampah plastik dan sejenisnya selama ini dibuang sembarangan oleh setiap orang. Sadar atau tidak, perilaku itu secara perlahan namun pasti mengancam keselamatan lingkungan dan biotanya. Oleh karena itu, kata dia, program KKN di Gorontalo salah satunya dalam rangka restorasi sungai, yakni dengan resolusi pembuatan bank sampah sekaligus program gerai tukar sampah.

“Masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah sembarangan karena disini kami telah membuat bank sampah dan gerainya. Sampah dapat ditukar dengan bahan pokok yang diperlukan dengan ketentuan sesuai jenis dan beratnya,” ungkapnya.

Menyahuti upaya positif program KKN itu, Bupati Nelson Pomalingo  menilai kolaborasi aparat kelurahan, masyarakat dan mahasiswa KKN itu akan menyentuh keselamatan lingkungan saat ini dan akan datang. Sehingga pelaksananya pun disebutnya sebagai pemenang yang menginspirasi.

“Orang yang ingin bekerjasama itu adalah pemenang. Ini merupakan inspirasi yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat dan pemerintah, kata kunci kolaborasi,” kata Bupati Nelson.

Bicara soal lingkungan, tambah Bupati, tidak hanya tentang ekologi namun juga tentang ekonomi. “Hari ini sampah akan bernilai ekonomis, karenanya bicara ekologi, kita bicara ekonomi,” ujar orang yang juga ahli lingkungan itu berharap model ini akan teradopsi diadopsi oleh desa/kelurahan lain di Kabupaten Gorontalo.

Diakhir sambutan ia meminta masyarakat sadar menyikapi sampah dari bahan plastik dengan tidak membuang lagi sembarangan.

BAGIKAN