Tradisi Tumbilotohe Tak Dimeriahkan. Ketua TP. PKK Fory Naway: Pemda Beri Ruang Masyarakat Berkreasi, Tapi Taat Prokes

LIMBOTO – Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Naway, mendukung langkah Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberi ruang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk berkreasi menyemarakkan tumbilotohe. Tumbilotohe adalah tradisi pasangan lampu yang biasa digelar masyarakat Gorontalo ketika masuk malam ke-27 bulan suci Ramadhan.

Namun begitu, ia mewanti-wanti agar penerapan protokol kesehatan harus dikedepankan, utamanya mengenakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan setiap saat.

“Pemerintah daerah tentunya memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkreasi, akan tetapi tetap taati prokes. Jangan abaikan, itu utama” ungkap Fory usai pemasangan lampu minyak tradisi malam tumbilotohe di halaman rumah dinas Bupati, Sabtu (08/05/2021).

Ketua TP. PKK Fory Naway bersama Wakil Ketua TP. PKK Siti Fatra Sunge, turut melakukan pemasangan lampu di rudis Bupati Gorontalo.

Selain itu, momentum malam 27 Ramadhan diharapkannya bakal dimanfaatkan kaum muslim untuk memanjatkan doa-doa, demi beroleh berkah dimalam lailatul qadar. “Malam Lailatul Qodar malam istimewa dibanding malam lainnya, dimana pada malam itu doa-doa akan diijabah oleh Allah SWT, sehingga jangan kita sia-siakan,” kata Fory.

Pelaksanaan malam tumbilotohe, selang dua tahun terakhir memang tak semeriah sebelumnya, dimana Pemda Kabupaten Gorontalo senantiasa menyelenggarakan festival tumbilotohe yang diikuti oleh seluruh kecamatan. Alasan peniadaan festival tersebut karena Pemerintah berupaya menghindari timbulnya kerumunan warga, yakni dalam rangka memutus penyebaran virus Covid-19.

Biasanya kemeriahan tumbilotohe di daerah bersendikan adat_adat bersendikan kitabullah ini banyak menarik minat pengunjung, termasuk pelancong manca negara.

(Rif/Jn)

Bagikan artikel:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •