LIMBOTO – Upaya menggalakkan kembali langga melalui lingkungan pendidikan oleh Pemda Kabupaten Gorontalo mulai terlihat pada tiga sekolah yang menjadi prototype penerapan program Gerakan Sekolah Peduli Olahraga Tradisonal (G-Spot). Sebut saja, SDN 17 Telaga Biru, SDN 1 Telaga Biru, dan SDN 19 Limboto yang mulai mengimplementasikan G-Spot.

Murid sekolah dasar berlatih bela diri langga

Langga, merupakan bela diri tradisional daerah Gorontalo yang mulai terlupakan di kalangan masyarakat. Padahal dahulunya seni beladiri itu sangat dibanggakan selain untuk membela diri.

“Ini adalah sebuah proyek perubahan dari salah seorang peserta Diklat PIM III, G-Spot berkeinginan membangkitkan kembali langga yang mulai kita lupakan, target pelaksanaannya melalui lingkungan pendidikan, di tingkat pendidikan dasar”, ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/10).

Menurutnya, proyek perubahan tersebut akan mengangkat kembali khasanah budaya daerah yang mulai tenggelam.

Dipihak lain, implementasi G-Spot ke lingkungan sekolah dasar dimasukkan melalui pelajaran muatan lokal. Bahkan monitoring dan evaluasi dilakukan Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo setelah terlaksananya ekstrakurikuler di tiga sekolah yang menjadi pilot projek itu. (*)