Tangkal Informasi Bohong, Diskominfo Bentuk Satgas Anti Hoax

BAGIKAN

Laporan: Zulkifli A. Mile

 

LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membentuk satgas anti hoax untuk menekan peredaran berita bohong yang sangat buruk memengaruhi tatanan masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, yang juga Koordinator Anti Hoax Kabupaten Gorontalo menegaskan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat peredaran informasi harus disikapi dengan bijak.

Kadis Kominfo Kab. Gorontalo Haris Suparto Tome
Kadis Kominfo Kab. Gorontalo Haris Suparto Tome, ST, MT

“Saat ini soal informasi harus bicara data, bukan ‘rasa-rasanya’ (kira-kira, red). Sehingga apa yang akan disampaikan harus berdasarkan data,” kata Haris dalam laporannya pada pengukuhan satgas di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Minggu (1/12) malam.

Ia menyatakan satuan tugas anti hoaks tersebut merupakan bagian dari Kominfo dan akan menangkal hoaks. Satgas tersebut terdiri dari unsur masyarakat dari seluruh kecamatan.

Dirketur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI, Drs. Selamatta Sembiring, M.Si, mewakili Dirjen IKP,  nampak memberi apresiasi atas langkah Pemkab Gorontalo dalam membentuk satgas anti hoaks. Saat ini kata dia, angka penetrasi internet di Indonesia mencapai 64,5%. “Dari 171 juta pengguna intrnet ada 150 juta pengguna media sosial”, ungkapnya.

Karenanya satgas bentukan Diskominfo diharapkan bersinergi dengan Pemerintah untuk mengkonter hoax.

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, usai melantik Satgas Anti Hoaks, menyatakannharapannya agar organisasi itu terus terkoordinir sampai ke tingkat desa.

“Satgas anti hoaks sangat dibutuhkan, saya harap Diskominfo selaku koordinator untuk menata organisasi ini sampai dengan ke tingkat desa,” ucapnya.

Satgas Anti Hoax dikukuhkan Bupati Nelson Pomalingo, Minggu (1/12), di halaman Kantor Bupati Gorontalo.

Melihat besarnya peran satgas dalam menghadapi peredaran berita bohong, Bupati merumuskan langkah yang harus diambil  Satgas untuk menjalankan tugas melalui 3M, yakni, mencerahkan, menangkal, dan melaporkan.

“Harus dilakukan pembekalan, bagaimana standar operasionalnya dalam melakukan tupoksinya”, kata Bupati berharap peran satgas ini benar-benar akan berjalan dalam sebuah sistem.

Turut memberikan arahan pada anggota Satgas Anti Hoax tersebut, Kajari Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto, SH, MH., dan Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana. #

BAGIKAN