RDTR Landasan Penetapan Kebijakan Pengembangan Wilayah Pulubala-Bilato

Sekertaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Gorontalo membuka kegiatan focus group discussion (FGD) Tahap 1 mengenai kelanjutan penyusunan dokumen rencana detail Tata Ruang Berbasis OSS (RDTR OSS) Kecamatan Tibawa – Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Kamis (7/10/2021). Kegiatan ini dalam rangka melanjutkan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.

“RDTR ini sangat penting sekali, baik itu OPTD maupun pengembangan ekonomi ataupun dunia usaha. Ini mempemudah bagi kita sebagai OPD terkait untuk merencanakan pembangunan kedepan, lebih mudah memberikan perizinan sesuai kewenangan masing-masing,” ungkap Sekda Hadijah membuka kegitan itu.

Menilik penyataan Sekretaris Daerah Hadijah u. Tayeb diatas, maka dengan demikian kita dapat melihat, dilakukannya revisi RT/RW untuk wilayah kecamatan Tibawa dan Pulubala juga dapat memudahkan pemetaan lokasi terikait perizinan suata lokasi usaha. Sehingganya RDTR pun dikatakan sebagai dasar bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam merencanakan RDTR di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Seperti diktahui di dalam RTRW Kabupaten Gorontalo sebagian wilayah Pulubala dan sebagian Tibawa sudah merupakan kawasan yang ditargetkan sebagai kawasan industri yang disebut ‘Lapato Pulubala, Boliyohuto dan Bilato’. Artinya, industi-industri besar akan di pusatkan di wilayah-wilayah tersebut, disepanjang jalan trans. Terinformasi hal tersebut sementara dalam penjajakan dan perizinan di tingkat pusat.

Sebagai lanjutan dari rencana RDTR, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo nampaknya berkeinginan membangun sebuah Pelabuhan Kontener di Taula’a, Kecamatan Bilayo, yakni kawasan yang merupakan salah satu bekas pendudukan jaman penjajahan Belanda di daerah ini. Keadaan laut Taula’a sangat memungkinkan kapal-kapal besar berlabuh di tempat tersebut.

Karena itu, melaui pelaksanaan FGD tentang RDTR tersebut diharapkan akan menjadi landasan perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo.

*/Kominfo

Bagikan artikel: