Mahasiswa KKN dulang sukses, Bupati Nelson: harus lanjut!

LIMBOTO – Bupati Nelson Pomalingo menilai program restorasi sungai dan Bank Sampah yang diterapkan mahasiswa KKN gabungan dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) di Kabupaten Gorontalo sangat menyentuh pelestarian lingkungan, utamanya trhadap kelancaran aliran air sungai.

Sebelumnya, gabugan Mahasiswa KKN dari tiga universitas itu terbilang sukses menjalankan prgram kerjanya dilapangan karena beroleh apresiasi masyarakat yang ada dilokasi KKN.

“Kami sudah melakukan berbagai macam kegiatan yang berkolaborasi dengan masyarakat, seperti merestorasi sungai, kegiatan sosial, bahkan me-launching Bank Sampah”, ujar salah seorang mahasiswa ditengah evaluasi program KKN di hadapan Bupati Pomalingo bersamaan dengan aktivitas komunitas Kambungu Beresi di Kelurahan Biyonga, Minggu (18/8).

Melihat penyampaian perwakilan mahasiswa KKN dan bukti nyata dilapangan, Bupati Nelson Pomalingo nampak memberi apresiasi besar, bahkan ia meminta program-program yang lahir dari gagasan para mahasiswa KKN agar berkelanjutan.

“Saya mau setiap program yang sudah dicanangkan oleh rekan-rekan mahasiswa harus ditingkatkan dan berkelanjutan. Harus di selamatkan mata air karena jangan sampai akan jadi air mata bagi masyarakat, apa lagi disaat musim kemarau”, jelas Bupati yang ahli lingkungan ini.

Untuk keberlanjutan program-program mahasiswa KKN yang dinilainya brilian itu, Bupati Nelson pun berencana melakukan pertemuan khusus dengan stakeholder terkait lingkungan, seperti BPDAS, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan restorasi sungai.

Menilik pelaksanaan KKN di Kabupaten Gorontalo yang bisa dibilang mendulang sukses itu, beberapa kalanga masyarakat nampak begitu antusias mendukung penegasan Bupati Gorontalo. Pasalnya, denga mengumpulkan sampah dan menyetor ke Bank Sampah warga bisa menabung dan menghasilkan uang. Disamping itu, sampah plastik yang biasa dibuang ke sungai jumlahnya kini mulai bisa ditekan.

Bagikan: