Selayang Pandang

Kabupaten Gorontalo dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi dengan ibu kota di Isimu. Pada tahun 1978 ibu kota daerah ini dipindakan di Limboto.

Pembentukan wilayah Kabupaten Gorontalo berdasarkan penandatanganan perjanjian ikatan kekeluargaan u’dulowo lim lo pohalaa (kerjaan Gorontalo, kerjaan Limboto, Kerajaan Suwawa, Kerajaan Boalemo dan Kerjaan Atinggola), ditetapkan hari lahir Kabupaten Gorontalo pada tanggal 26 November 1673.

Kabupaten Gorontalo memiliki luas wilayah 1.750,83 km², dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Gorontalo yakni sebanyak 355.988 jiwa atau 34,22% dari total penduduk.

Setelah ditetapkannya Provinsi Gorontalo sebagai wilayah mekaran dari Propinsi Sulawesi Utara pada tanggal 22 Desember 2000, Kabupaten Gorontalo menjadi bagian dari Provinsi Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo sebelumnya telah mengalami tiga kali pemekaran. Pemekaran pertama pada tahun 1999 yang melahirkan Kabupaten Boalemo, pemekaran ke dua pada tahun 2003 yang melahirkan Kabupaten Bone Bolango, dan terakhir pada tahun 2007 yang melahirkan Kabupaten Gorontalo Utara.

 

Kondisi wilayah

Di wilayah Kabupaten Gorontalo terdapat Danau Limboto. Danau ini memiliki kedalaman antara 5 hingga 8 meter dan menjadi kawasan alternatif bagi para pengujung atau wisatawan untuk menikmati aktifitas memancing, lomba berperahu, atau pun berenang. Selain itu, mereka juga dapat menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh mayarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.

Sangat disayangkan, Danau Limboto dari tahun ke tahun telah mengalami degradasi. Pada tahun 1999 luasnya mencapai antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha.

Potensi wilayah Kabupaten Gorontalo tersebar pada sembilan belas kecamatan yang meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan kelautan, peternakan, pariwisata, dan lain-lain.

Pusat Kota

Menara Pakaya

Kecamatan Limboto merupakan ibu kota Kabupaten Gorontalo. Ditengahnya berdiri megah Menara Pakaya yang menjadi icon Gorontalo. Infrastuktur ini memiliki lebar 21 meter persegi dengan tinggi 65 meter. Bangunan berkonstruksi baja ini pun memiliki 5 lantai dan resmi digunakan mulai tanggal 20 September 2003.

Diseputar Menara Pakaya terdapat Air Mancur, Rumah Adat Daerah, Taman Budaya dan Masjid Agung. Kawasan ini menjadi lokasi yang sering dikunjungi masyarakat pada petang hingga malam hari.