Pemkab Gorontalo Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut Yang Incar Anak

LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mewaspadai berkembangnya penderita kasus ginjal akut yang menyerang anak-anak. Melalui Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah ini membahas langkah-langkah strategis untuk pencegahannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Dr. Roni Sampir, saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tentang Kewaspadaan Dini dan Penanganan Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak menegaskan, kasus gangguan ginjal yang dialami anak-anak telah teridentifikasi pada 20 provinsi di Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Dr. Roni Sampir, saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tentang Kewaspadaan Dini dan Penanganan Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak

Oleh karena itu, agenda FGD diharapkan benar-benar menghasilkan rumusan-rumusan untuk langkah strategis pencegahannya agar kasus tersebut tidak akan memperparah kondisi kesehatan anak di daerah ini.

“Hal ini, menjadi langkah strategi bagi jajaran Dinas Kesehatan untuk penaganan kasus gangguan ginjal akut pada anak. Kasus ini sudah menyebar di 20 Provinsi termasuk di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Sekda Roni Sampir.

Disisi lain, menyikapi munculnya kasus gangguan ginjal akut yang menyerang anak di daerah ini, Bupati Gorontalo telah mengistruksikan kepada selururh jajaran kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif.

Antaranya menghimbau masyarakat mematuhi instruksi Meneteri Kesehatan untuk berhenti mengkonsumsi obat jenis sirup yang disebut memicu gangguan ginjal terhadap anak.

“Maka edukasi itu sangat perlu, bagi orang tua dan masyarakat, ketika anak mengalami sakit agar tidak mengkomsumsi obat sembarangan, harus mendatangi dokter atau tenaga kesehatan,” tandas Roni Sampir.

Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, Sekda Roni juga meminta petugas kesehatan dan stakeholder terkait untuk menginspeksi apotek-apotek dan toko-toko obat untuk penertiban.

“Saya berharap, melalui kegiatan FGD ini dapat menghasilkan hasil yang baik demi pencegahan dan penaganan kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak di Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.

Disamping itu Sekda Roni meminta orang tua yang memiliki anak usia 0-18 tahun agar tidak panik. Ia meminta masyarakat memeriksakan diri ke dokter bila anak mulai memperlihatkan gejala gangguan kesehatan.

FGD ini di ikuti peserta Kemkes sub.dit Pelayanan Rujukan Ikantan Dokter Indonesia (IDI), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)Provinsi dan Cabang, IBI, PPNI, Asklin (Asosiasi Klinik) Cabang Kabupaten Gorontalo.

KKP Provinsi Gorontalo, RS Ainun, MM. Dund, Boliyohuto, Puskesmas – Dokter, Kapus, Surveilans (online,), PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) selaku pj. Toko Obat, APA (Apoteker Penanggung Jawab Apotek) Pj. APotik, Unsur dinkes serta Dinkes Provinsi Gorontalo.

Laporan: Riri Lihawa, Zulkifli Mile

Bagikan artikel:

Berita lainnya...

Kategori Pemberdayaan

FACEBOOK PAGE