Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo bergandeng tangan, diapit Wakil Bupati Fadli Hasan dan Sekretaris Daerah Hadidjah Tayeb, pada kesempatan pembinaan ASN, Senin (7/8), di gedung Kasmat Lahay, Limboto.

Bupati Nelson Pomalingo dan Wakil Bupati Fadli Hasan saat ini tengah membidikkan sasaran untuk mencetak aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi, baik itu bagi para PNS maupun tenaga kontrak daerah. Tak heran penganggaran dana beasiswa oleh Pemerintah Daerah ini disediakan dengan porsi lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peluang tersebut pun diharap dapat menggairahkan ASN, utamanya mereka yang belum sarjana agar melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku, selaku pengelola program tersebut ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/8), menjelaskan, sasaran Pemda Kabupaten Gorontalo untuk mencetak SDM berkualitas dan kompeten tak lain dalam rangka menyahuti tantangan global, dimana persaingan pembangunan dewasa ini mulai di dominasi oleh individu yang menguasai pengetahuan cukup memadai.

“Melalui program ini kita dorong mereka berkompetisi, kita beri ruang untuk pengembangan pengetahuan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, demi aplikasi pengalaman yang sebelumnya dimiliki dan tentunya dengan pencapaian lebih berkualitas”, jelas Sumanti.

Ia menambahkan, penyediaan beasiswa bagi para ASN dilingkungan Pemda Kabupaten Gorontalo meliputi bantuan studi S1, S2, dan S3. Sedangkan pada program peningkatan SDM melalui beasiswa tersebut pun disyaratkan beberapa hal, antaranya meliputi izin atau rekomendasi belajar, proposal, KRS, sekadar bukti ASN bersangkutan tengah menjalankan studi.

Maka untuk suksesnya sasaran tersebut, Sumanti mengatakan dalam waktu dekat pihak BK-Diklat Kabupaten Gorontalo akan melakukan pertemuan dengan seluruh jajaran ASN yang tengah menjalankan studi, sehingga sosialisasi program dan penyerapan anggaran beasiswa dapat maksimal sesuai target.

Sebagaimana data BK Diklat, penyerap anggaran beasiswa tahun ini baru mencapai 19 orang PNS, dengan rincian 3 orang S1, 14 orang S2, dan 2 orang S3. Sesuai data tersebut, kesempatan ASN untuk bisa memetik dana pendidikan masih memiliki peluang besar. *