Pemerintah Kabupaten Gorontalo gelar rembuk stunting. Evaliasi Capaian 2021, sinkronkan program tahun 2022

Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, M.Pd., membuka rembuk stunting Kabupaten Gorontalo di Mangrove Eco Resosrt Marisa, Selasa (26/10/2021).  Foto: Doc. Dinas Kominfo Kab. Gorontalo

LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar rembuk stunting tahun 2021, Selasa (26/10/2021), di Hotel Mangrove Eco Resort Kabupaten Pohuwato. Kegiatan yang mengusung tema “Melalui aksi yang konvergensi penurunan stunting kita wujudkan sumber daya tangguh dan produktif menunu Kabupaten Gorontalo madani”.

Rembuk stunting dihadiri dan dibuka langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Turut hadir wakil Bupati Hendra Hemeto, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Syam T Ase, Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, Ketua dan wakil Ketua TP. PKK serta segenap pimpinan OPD terkait, Camat, dan Kepala Puskes.

Pembukaan Rembuk Stunting oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Hotel Mangrove Eco Resort Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa (26/10/2021) oleh Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo. (Foto: Doc. Diskominfo Kab. Gorontalo.

“Hari ini kita berembuk untuk menyatukan langkah penanganan Stunting, sebab Stunting ini bukan hanya problem daerah tapi juga nasional. Karena ini berkaitan dengan masa depan bangsa, kaitannya anak kerdil yang otaknya tak berkembang dengan baik, ” ungkap Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo ditengah sambutannya membuka kegiatan itu.

Ia mengatakan, sejauh ini Kabupaten Gorontalo termasuk daerah terbaik dalam penanganan stunting. Buktinya oleh Kementerian Kesehatan kabupaten Gorontalo daerah ini didaulat menjadi percontohan Nasional karena capaian stunting menurun signifikan.

Stunting ini adalah bahaya laten kita. Karena tidak langsung terlihat masa depan yang akan rapuh. Stunting ini orang kerdil dalam pertumbuhan dan perkembangan otak,” ujar Nelson.

Ia menegaskan, stunting terkait produktifitas, kecerdasan dan sebagainya.

“Alhamdulillah di Kabupaten Gorontalo dari data yang ada dari 35 persen sekarang tinggal 9 persen. Tapi barusan naik, menjadi 10 persen, artinya dengan Covid ini dampaknya tidak hanya ekonomi tapi juga kesehatan,” beber Nelson.

Digelarnya rembuk stunting Kabupaten Gorontalo merupakan evaluasi keterkaitan program OPD menangani stunting pada tahun 2021 dan sasarannya pada tahun 2022. Kegiatan ini melihat program-program yang direncanakan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa serta program-program ditingkat OPD.

Maka dalam rangka mempertahankan komitmen menurunkan stunting, Bupati Nelson berharap adanya kolaborasi semua stake holder.

“Hari ini OPD harus paham tentang stunting dan membuat langkah langkah kongrit dan program -program untuk menurunkan stunting. Untuk saat ini Kabupaten Gorontalo tahun ini 60 desa tahun depan 30 desa. 60 desa ini yang kita evaluasi sejauh mana penurunnnya,” pungkas Nelson.

*/Diskominfo

Bagikan artikel: