Para pedagang takjil di Taman Menara raih untung

LIMBOTO –  Momentum Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang takjir (sajian untuk buka puasa) di seputaran Taman Menara Limboto. Dilokasi ini, berbagai hidangan yang disediakan berupa paket bubur ayam, olahan es cukur, dan beragam jenis kue yang dikemas menarik sehingga laris dibeli warga.

Nirmala, salah seorang pedagang takjil di Taman Menara Limboto mengaku banyak meraih keuntungan dari hasil dagangannya. Ia menaksir penghasilan kotor setiap hari mencapai 1 juta rupiah. “Termasuk modal pendapatan biasa lebih dari satu juta perhari, itu pun belum dihitung keuntungan dari orang-orang yang menitipkan jualan. Biasanya kami buka sekitar pukul dua siang hingga menjelang maghrib”, ungkapnya.

Menariknya, aktifitas berjualan di lokasi Menara Limboto tak hanya dilakukan para pedagang tulen, terlihat beberapa penjual takjil juga adalah para remaja yang hanya berjualan disaat bulan puasa.

Feni, salah seorang pedagang musiman itu mengakui berdagang penganan buka puasa merupakan momen seru untuk menyalurkan hobi, selain itu ia bersama teman-temannya beroleh pendapatan.

“Sangat suka memasak, disamping itu kami dapat untung jualan makanan. Ini kali kedua kalinya sejak tahun lalu kami jualan hidangan puasa disini”, kata Feni berseri.

Dari pengakuannya, untuk beroleh izin menggelar dagangan di taman wisata pusat kota itu, semua pedagang biasanya melapor terlebih dulu kepengelola taman agar disediakan areal yang layak. “Biasanya cukup melapor saja baru diberikan tempat”, jelas dia.

Pengawas Taman Menara Limboto, Saprin Pakaya, menjelaskan, padatnya aktivitas pedagang dilokasi tersebut biasanya berlangsung dua kali setahun, yakni menyambut tahun baru dan bulan puasa.

“Para pedagang dilokasi ini perlu dikoordinir. Lokasi ini tepat berada disisi jalan raya, makanya agar tidak menggangu aktivitas lalu lalang kenderaan bermotor harus diatur. Tetapi biasanya mereka melapor dulu sebelum jualan. Karena lokasi ini juga merupakan kawasan wisata kota kami minta mereka menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas taman”, ujar Saprin, staf Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo itu. (*)

Bagi artikel