Nelson Dorong Diversifikasi Industri Kelapa

BAGIKAN

LIMBOTO – Diversifikasi industri komiditi kelapa perlu didorong sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap komiditi tersebut. Di masa depan, manfaat tanaman nyiur melambai ini dapat dikembangkan lebih luas sehingga tidak sekadar menopang industri pertanian, tetapi ikut menjadi komoditas industri pariwisata dan riset ilmiah.Untuk mewujudkan hal itu, penting bagi semua kabupaten penghasil kelapa untuk memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat, pengusaha industri dan para petani kelapa. Pada saat yang sama, Organisasi koalisi kabupaten penghasil kelapa (KOPEK) akan berperan sebagai fasilitator yang memperkuat jejaring sekaligus mengoptimalkan promosi komoditi kelapa.

Demikian ditegaskan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang juga selaku Ketua umum KOPEK saat memimpin rapat pemantapan persiapan Festival Kelapa Internasional ke-3 tahun di Aula Kantor Bupati Karangasem, Provinsi Bali, Jumat (15/2).

Rapat tersebut dihadiri oleh para bupati dari kabupaten anggota KOPEK, para direktur organisasi perkelapaan serta para pemerhati kelapa. Sesuai rencana festival kali ini akan dilangsungkan pada bulan September 2019 mendatang dan Karangasem akan bertindak sebagai tuan rumah.

“Industri kelapa bisa digenjot agar punya nilai tambah. Karena itu, promosinya pun perlu diperkuat melalui festival internasional kelapa. Tahun ini pelaksanaannya di Karangasem. Saya harapkan pula, semua kabupaten penghasil kelapa dapat menyediakan berbagai jenis kelapa untuk dipamerkan saat festival tersebut digelar,” ujarnya.

Sebelumnya, isu industrialisasi kepala terus menjadi bahan perbincangan strategis di setiap Rakornas Kopek Bahkan, terhitung sejak wadah ini digagas oleh Nelson, festival kelapa internasional sudah dua kali digelar. Tahun 2017 berlangsung di Kabuapaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dan 2018 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Nelson menyampaikan, kelapa adalah komoditi yang dibutuhkan semua orang. Karena itu, di Gorontalo produktivitas tanaman kelapa terus mengalami peningkatan. Kalau di Bali, tanaman ini ikut menyatu dengan sosiologis masyarakatnya. Di Bali, kelapa ikut menjadi sarana ritual agama dan adat istiadat.

Sebelumnya, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan, jauh hari pihaknya telah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan terkait Festival Kelapa Internasional. Dia mengaku akan berupaya maksimal agar festival kali berjalan sukses dan mencapai target yang diharapkan.

BAGIKAN