LIMBOTO, TransHulonthalo
– Dana bantuan untuk kawasan mandiri pangan program Badan Pangan Kabupaten Gorontalo tahun 2016 kini dievaluasi. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Nani Mokodongan, bantuan tersebut disebarkan pada lima desa di kecamatan Pulubala. “Bantuan sebesar Rp. 20.000.000,- yang diserahkan ke lima desa itu dievaluasi saat ini, kita lihat capaiannya bagaimana”, jelas Nani usai pembukaan workshop evaluasi akhir kawasan mandiri pangan, Rabu (7/12), di ball room Aziziyah Hotel, Limboto.

Program kawasan mandiri pangan, kata Nani, merupakan upaya Pemerintah terhadap ketahanan pangan daerah, “Tujuannya untuk menjamin ketersediaan pangan di tingkat masyarakat. Kita syukuri tahun ini Kabupaten Gorontalo surplus pangan, namun menghadapi perubahan iklim besar pada tahun 2017 saya berharap petani belum akan melepas seluruh hasil pangannya agar kita masih memiliki cadangan dengan jumlah cukup”, katanya.

Membuka kegiatan itu, Asisten I Sekkab Gorontalo, Ayuba Hida, mengatakan, persoalan pangan adalah hal yang patut diseriusi. Baik dari segi pengelolaan sumber daya alam maupun pengelolaan SDM-nya. “Belum lagi daerah kita Gorontalo sangat tergantung dengan kebutuhan beras, ini patut menjadi perhatian bersama bagaimana caranya kita tidak kekurangan”, kata Ayuba Hida.

Untuk menyikapi persoalan pangan agar tersedia hingga kedepan, dihadapan pengelola kawasan pangan dari lima desa di Kecamatan Pulubala itu Ayuba berharap pentinggnya sosialisasi diversifikasi makanan ditingkat masyarakat. Hal itu, kata dia, untuk menjamin keragaman dan keseimbangan gizi melalui tingkat keluarga.

One thought on “Kabupaten Gorontalo Evaluasi Mandiri Pangan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *