Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Jadi peserta Pembekalan Kepemimpinan, Bupati Nelson Paparkan Renacam Aksi SDM

LIMBOTO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjadi Peserta pada Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Gelombang Pertama, pada pelaksanaan Paparan Rencana Aksi Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Gorontalo. Selasa, (13/07/21).

Bupati Nelson mengatakan sumber daya manusia (SDM) merupakan investasi jangka panjang, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan perhatian khususnya.

“Dua hal penting yang wajib jadi perhatian dalam peningkatan SDM. Pertama IPM atau indeks pembangunan manusia, dan kedua indeks profesi”, Kata Nelson.

Lebih lanjut Nelson menyampaikan untuk IPM Kabupaten Gorontalo di 2016 hanya 63 kini meningkat jadi 66,69. Walaupun jika dibandingkan daerah masih rendah.

Selain itu indeks profesionalisme ASN Kabupaten Gorontalo juga masih kategori sangat rendah, tapi jika dibandingkan daerah lainnya di regional 11, Kabgor merupakan paling tertinggi.

“Berbagai upaya kita lakukan. Salah satunya dari sisi penganggaran terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir total Rp23miliar khusus pengembangan SDM,” tutur Nelson.

Untuk peningkatan SDM ini beberapa strategi yang dilakukan. Pertama pengembangan profesionalitas terkait kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin.

Saat ini Pemkab mendorong aparat untuk sekolah, bahkan ada yang sudah s3. Untuk memacu kinerja melalui TPP tambahan pendapatan pegawai, juga ada komisi disiplin.

“Sekarang juga kita melakukan transformasi birokrasi yang dari struktural ke fungsional. Ini dalam rangka profesionalitas mereka,” ujarnya.

Strategi kedua yakni pengembangan karya ASN melalui sistem Merit. Jadi sistem merit yang dibimbing KASN. Serta ketiga tata kelola kepegawaian melalui pengembangan hyperles sistim.

Terakhir Nelson mengungkapkan rencana aksi yang kami lakukan ini dibidang kepegawaian, untuk pengembang karier dan mutasi kita lakukan dengan sistem IT. Kami juga melakukan transformasi birokrasi, karen selama lima tahun. Ini saya melihat jika ASN tidak dibenahi dengan baik,

“Akan berpengaruh pada proses pembangunan. Karena kitalah yang diberikan kewenangan rakyat, yang diberi mandat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, sehingga titik berat ASN hingga lima tahun ke depan,” Sambung dia lagi.

Selain itu Nelson juga menjelaskan secara terperinci rencana aksi yang bakal dilakukan di sektor pendidikan hingga masyarakat contohnya memacu semangat belajar melalui pendidikan non formal yang akan kita dorong. (rif)

Bagikan artikel:
error:
Secured By miniOrange