Investor kelapa dari China lirik Kabupaten Gorontalo

BAGIKAN

LIMBOTO – Sebuah perusahaan China, Yeshu, dari Hainan, yang bergerak dibidang industri kelapa berencana mengembangkan usahanya di wilayah Kabupaten Gorontalo. Atas keseriusan rencana tersebut, pihak investor melakukan pertemuan dengan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan diterima di ruang Madani Kantor Bupati, di Limboto, Kamis (13/6).

Pihak Yeshu, sebelumnya mengakui telah melihat potensi Kabupaten Gorontalo dalam hal pengembangan industri kelapa. Perusahaan itu pun menyebut tak main-main dan telah menyediakan dana/pembiayaan yang cukup untuk pembangunan industri kelapa jika telah menemui kesepakatan dengan pemerintah di daerah ini.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Nelson Pomalingo yang juga Ketua koalisi kabupaten penghasil kelapa (KOPEK),
menyatakan, Gorontalo memiliki areal lebih dari 100 ribu hektar tanaman kelapa, sedangkan Kabupaten Gorontalo memiliki lahan terbesar di Provinsi Gorontalo.

“Ada 248 Kabupaten penghasil kelapa di Indonesia, dan provinsi Gorontalo berada di urutan ke-3 Nasional penghasil kelapa terbanyak. Kabupaten Gorontalo mempunyai lahan terbesar di Provinsi Gorontalo,” katanya.

Ia menjamin Yeshu Hainan tak akan mengalami kendala dalam pengurusan izin. Di sisi lain  kawasan pembangunan lahan pabrik pabrik di Kabupaten Gorontalo memiliki kemudahan akses serta telah di tunjang gengan fasilitas jaringan saluran. Tak hanya itu, Gorontalo pun memiliki pelabuhan sehingga ekspor impor tidak pernah mengalami kendala.

Hingga saat ini, Kabupaten Gorontalo telah memiliki dua buah pabrik pengolahan kelapa. Namun begitu keberadaan pabrik-pabrik tersebut belum mampu menampung total produksi kelapa di Gorontalo dan sekitar.

“Sehingg kami masih membutuhkan investasi baik pengelolan kelapa”, ujar Bupati Nelson.

Liputan/Foto: Muhlis Ali
Editor: John Mile

BAGIKAN