Hendra Apresiasi BMKG. Tingkatkan Pemahaman Stakeholder Pertanian Lewat SLI Tematik

LIMBOTO – Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim. Malah dikhawatirkan terjadinya perubahan iklim akan menimbulkan berbagai hal yang menghambat sektor pertanian. Sebut saja, penurunan produksi, degradasi sumber daya lahan dan air, banjir dan kekeringan, serta semakin giatnya aktifitas alih fungsi lahan pertanian. Hal tersebut setidaknya terungkap dalam kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2021 yang diselenggarakan Badan Meterologi dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Klimatologi Bone Bolango bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan ini meningkatkan pemahaman Penyuluh Pertanian yang di dukung Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI-AD se Kabupaten Gorontalo dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas pendampingan para petani di desa.

Terungkap, Penyuluh Pertanian dan Babinsa di Kabupaten Gorontalo telah membangun komitmen dan bertekad menjaga kestabilan pangan demi ketenteraman masyarakat.

Dipihak lain, melihat besarnya perhatian berbagai pihak terhadap sektor pertanian, Wakil Bupati Gorontalo Hendra S. Hemeto, saat menghadiri pelaksanaan SLI Tematik, Selasa (28/09/2021), menegaskan, untuk menyelenggarakan pembangunan di berbagai sektor, sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk berkolaborasi.

“Karenanya saya ucapkan terima kasih kepada pihak BMKG dan TNI atas terselenggaranya kegiatan pada hari ini. Kita tahu bersama bahwa sekolah lapang iklim ini merupakan jembatan pemahaman terkait cuaca dan iklim dari praktisi kepada para petani dan para penyuluh pertanian yang akan menentukan kebijakan-kebijakan di bidang pertanian,” ucap Hendra, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo.

Wakil Bupati Gorontalo Hendra Hemeto, ST

Menurutnya, BMKG memiliki informasi akurat tentang perubahan iklim sehingga sangat mendukung kegiatan multi sektor. “Jadi tidak hanya sektor pertanian tetapi juga sektor kelautan perikanan transportasi, sumber daya air hingga pada peringatan dini untuk imitikasi bencana terekait iklim dan geologi,” tambahnya.

Ia berharap penyelenggaraan Sekolah Lapang Iklim di Kabupaten Gorontalo akan meningkatkan kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah dalam membangun sektor pertanian. Sehingga selaras dengan kebijakan Pemerintah, dalam kesempatan ini Hendra meminta para petani untuk menghilangkan praktik-praktik illegal yang merusak alam dan lingkungan pertanian.

“Terakhir, saya berpesan, melalui pertanian mari kita bersama sama untuk saling mengingatkan untuk menjaga alam kita, mohon para petani untuk tidak lagi membuka lahan di kemiringan dan berpindah-pindah apa lagi membakar dan menebang pohon-pohon yang ada. Jika tetap harus bertani pada lahan miring maka saya berharap tidak membakar lahan, tidak menebang pohon-pohon, mari menggunakan sistem agroproresti,” tukas Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto.

*/Kominfo

Bagikan artikel: